BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Hasil dari sembilan tahun Lisna warga Desa Rantauan Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Suami yang terkena stroke mengharuskan dirinya untuk mencari nafkah dan membiayai kedua anaknya bersekolah. Anak pertamanya bahkan mampu menyelesaikan perguruan tinggi.
Dengan haru Lisna menjelaskan kerja kerasnya menyekolahkan anaknya, beruntung Lisna memiliki anak yang pekerja keras dan serius dalam belajar.
“Anak saya bahkan rela tidak membawa uang saku namun tetap giat belajar dan sekolah, kebutuhan sekolahnya saya dapat dari berjualan kelapa bakar ini,” ujarnya penuh haru.
Baca juga: UMKM KALSEL- Pelanggan Rasakan Langsung Khasiatnya, Datang Lagi Nikmati Kelapa Bakar di Rantauan
Baca juga: UMKM Kalsel: Kelapa Bakar Lisna di Desa Rantauan HSU Banyak Disukai, Ini Rahasianya
Saat ini anaknya sudah lulus, bekerja dengan layak dan memiliki keluarga dan menjadi sebuah kebanggaan untuk Lisna melakukan kewajiban dia sebagai orangtua memberi pendidikan untuk anaknya.
Kelapa bakar milik Lisna bahkan hingga saat ini masih terus dipertahankannya meskipun tak seramai dulu karena berkat usaha ini banyak sudah membantu mencukupi kebutuhannya selama sembilan tahun terakhir. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)