TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Kilau perhiasan emas di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kini terasa makin mahal bagi kantong masyarakat.
Harga logam mulia di wilayah Bumi Bende Seguguk ini terpantau melonjak tajam hingga menyentuh angka fantastis yang berdampak langsung pada lesunya aktivitas jual-beli di pasar.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada hari ini, harga emas perhiasan telah mencapai titik tertinggi baru.
Hal ini dikonfirmasi Hasan, seorang pegawai di Toko Emas Purnama mengakan kenaikan harga ini terjadi cukup drastis dalam waktu singkat.
Saat ini, warga yang ingin memiliki perhiasan emas harus merogoh kocek lebih dalam.
"Hari ini harga emas tercatat mencapai Rp 15.000.000 per suku (berat 6,7 gram). Harga ini naik signifikan dibandingkan awal tahun 2026 yang hanya Rp 13.000.000 persuku," ujar Hasan saat ditemui pada Rabu (21/1/2026) siang.
Tingginya harga emas ini ternyata menjadi buah simalakama bagi para pedagang.
Bukannya untung besar, kenaikan harga yang terlalu tinggi justru membuat minat beli masyarakat menurun drastis.
"Biasanya kalau harga masih stabil sehari bisa laku hingga 10 suku, tetapi sejak harga melonjak. Hanya sekitar 5 suku saja yang terjual," keluhnya.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan Hari ini di Palembang Naik Rabu 21 Januari 2025, Melesat Jadi Rp 15,6 Juta/Suku
Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari ini di Palembang Kembali Naik Tajam 21 Januari 2026, Cek Rinciannya
Hasan mengakui bahwa suasana di tokonya kini cenderung lebih sepi dari biasanya.
Konsumen cenderung menahan diri membeli perhiasan baru dan lebih memilih menunggu harga kembali stabil.
"Penjualan cenderung lebih sepi dari biasanya. Warga sepertinya lebih banyak yang memantau harga dulu atau mungkin fokus ke kebutuhan pokok lainnya karena harganya yang memang sedang sangat tinggi," tambahnya.
Dengan kenaikkan harga yang terus menerus ini, Hasan menyebut untuk harga buyback (beli kembali) juga mengalami perbedaan cukup jauh.
"Kalau biasanya selisih harga jual hanya Rp 200.000 persuku. Saat ini kami menerima pengunjung yang hendak menjual selisih Rp 600.000 dari harga jual sekarang. Atau diterima Rp 14.400.000 persuku," ungkapnya.
Meskipun fluktuasi harga emas dipengaruhi oleh pasar global, dampaknya sangat terasa di tingkat daerah seperti di Kecamatan Kayuagung.
"Sepertinya harga pengaruh dari kebijakan dunia dan memang yang belakangan kerap terjadi konflik. Maka harga emas terdorong naik,"
"Saya juga memprediksi menjelang bulan Ramadhan, kemungkinan harga akan terus meningkat tajam," pungkasnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com