TRIBUNBATAM.id - Pihak kepolisian menetapkan Nawawi (46) sebagai tersangka pembunuhan istrinya bernama Enung (51).
Kasus pembunuhan itu terjadi di Perumahan Ambar Residence 1, Desa Nagrak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pada Minggu (18/1/2026).
Nawawi membunuh istrinya dengan cara menyayangkan pisau ke leher korban.
Sebenarnya Enung sempat melarikan diri saat lehernya sudah terluka, namun nyawanya tidak tertolong karena kehabisan darah.
Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, membeberkan pengakuan Nawawi yang kini sudah menjadi tersangka.
Pembunuhan itu bermula ketika terdapat seseorang mendatangi rumah anak korban yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).
Tamu tersebut ternyata menanyakan sepeda motor yang dipinjam oleh pelaku.
Sebagai informasi, Nawawi memang terkenal sering meminjam uang pada warga dan melakukan penipuan.
Karena sudah melakukan musyawarah dengan orang tersebut, Nawawi dan Enung masuk ke dalam kamar.
Hanya berselang beberapa saat, Enung keluar kamar sambil menggerutu.
"Ngedumel sambil bilang 'ah ga tau marah-marah aja'. Di situ pelaku minta tolong ambilkan celana ke korban lalu korban ke kamar mencari celana, lalu setelah itu pelaku mengeksekusi korban," ujar Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, Selasa (20/1/2026).
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius pada bagian leher sebelah kanan hingga bersimbah darah.
Saat ini pelaku pun telah diamankan oleh pihak kepolisian beserta barang bukti berupa sebilah pisau.
Sementara itu, motif di balik pembunuhan sadis ini lantaran pelaku marah terhadap sang istri karena merasa dibohongi.
Baca juga: Buruh Tani Temukan Mayat Pria Tanpa Busana di Selokan Pengalengan, Diduga Kuat Korban Pembunuhan
Sosok Nawawi
Ketua RT setempat, Tata Sunarta, mengonfirmasi insiden yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut.
Tata Sunarta juga membeberkan sosok Nawawi yang memang terkenal bermasalah di kampung.
Nawawi ternyata memiliki banyak utang dan kerap melakukan penipuan.
Sebelum kejadian, beberapa kali sejumlah orang mendatangi rumah Nawawi untuk menagih utang.
Sedangkan Enung berada di dalam kamar sedang menemani cucunya.
Sebenarnya Nawawi dan Enung bukan warga asli di kawasan tersebut, melainkan sedang berkunjung ke rumah anaknya.
Tata Sunarta beranggapan bahwa pelaku tertekan karena tehimpit ekonomi.
Hingga akhirnya Nawawi nekat melakukan tindak kekerasan pada istrinya sendiri.
“Pas di sini (Ambar Residence) mungkin yang si korban penipuan pada datang. Mungkin dia tertekan, masuk ke kamar, terus digorok gitu lehernya,” kata Tata Sunarta kepada TribunnewsBogor.com, Senin (19/1/2025).
Enung pun kehabisan darah meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Meninggalnya sebelum di rumah sakit. Dari sini masih hidup. Darahnya juga banyak bercecer di depan rumah. Mungkin meninggal di perjalanan, karena kebanyakan keluar darah. Sempat dibawa ke klinik aulia terus dibawa ke PMI,” tandasnya.
Tata Sunarta mengatakan, Nawawi diduga tega menghabisi istrinya diduga karena dipicu rasa kesal.
Rasa kesal itu juga muncul sebab kondisi ekonomi dari Nawawi terdesak atau terhimpit.
Di lingkungan tempat ia tinggal, Nawawi rupanya memiliki banyak utang ke warga sekitar.
Bahkan ia juga diduga telah melakukan penipuan kepada warga di luar lingkungan rumah mereka.
“Karena banyak juga korban yang ketipunya datang ke sini. Mungkin tertekan ditagih hutang piutang, malahan dia itu sudah melarikan motor orang lain. Sampai sekarang motornya masih ada,” kata Tata lagi.
Beberapa orang korban yang sudah ditipunya itu menemuinya.
Ia bahkan tiba-tiba mendatangi Enung di rumah yang juga menjadi lokasi pembunuhan.
Enung sebelum kejadian memang sudah dua hari berada di rumah anaknya yang berlokasi di Ambar Residence.
Nawawi akhirnya melampiaskan tekanan itu kepada istrinya.
“Memang sudah banyak yang kena ketipu sama pelaku. Si pelaku yang bermasalah, kalau berapa utangnya saya kurang jelas, karena kan memang bukan warga di sini. Jadi mereka itu bertamu di sini terus berbuat ulah di sini,” ucapnya.
Teriakan minta tolong
Tata menuturkan, saat diselamatkan oleh warga, kondisi Enung sudah terluka parah di bagian leher.
“Lukanya sangat mengenaskan, terutama di bagian leher yang diduga ditusuk dan digorok menggunakan pisau jenis yang biasa digunakan untuk menyembelih kambing,” ujarnya.
Teriakan minta tolong saat itu terdengar. Korban sempat keluar rumah.
“Keluarga korban sempat meminta tolong karena korban keluar dengan kondisi darah yang berceceran di luar,” ujarnya.
Enung langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengobatan awal.
Darah dari lehernya terus mengucur dan sampai saat ini pun masih terlihat membekas dilantai rumahnya.
Nawawi saat itu tidak bisa melarikan diri sebab ditahan oleh anak Enung.
Ia pun langsung dibawa oleh polisi.
“Pelaku langsung diamankan dan dibawa ke polisi pada malam hari kejadian,” tandasnya.
Nawawi sendiri berdasarkan informasi sudah berhasil diamankan oleh Polres Bogor sedangkan Enung yang menjadi korban masih dilakukan autopsi dan kondisinya meninggal dunia.
“Betul itu betul (dugaan pembunuhan). Jadi gini, gini. Tadi kan sudah koordinasi dengan polres yah, jadi berkaitan dengan infirmasi, karena ditangani Polres jadi untuj teman teman informasinya satu pintu melalui humas,” kata Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman.
(TribunBatam.id)