BANGKAPOS.COM -- Nasib pilu dialami Rylan Henry Pribadi, cucu salah satu konglomerat ternama Indonesia, yang meninggal dunia saat menghabiskan waktu liburan di Jepang.

Remaja berusia 17 tahun itu tewas usai mengalami kecelakaan tragis ketika bermain ski di kawasan wisata Niseko, Hokkaido, destinasi yang dikenal sebagai surga bagi para pecinta olahraga musim dingin.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian publik Tanah Air dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pribadi.

Rylan diketahui merupakan cucu dari pendiri Napan Group, Henry Pribadi.

Ungkapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai tokoh nasional. Salah satunya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga: Konfercab PWNU Bangka Belitung, Masmuni Berharap Bisa Memberi Dampak Positif ke Masyarakat

“Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi,” tulis Airlangga melalui akun Instagram pribadinya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Ucapan duka juga datang dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, serta sejumlah tokoh lainnya.

Detik-detik Kecelakaan

Insiden maut tersebut terjadi di area perbatasan antara Niseko Tokyu Grand Hirafu dan HANAZONO Ski Resort, tepatnya di wilayah Kota Kutchan. Kejadian berlangsung pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.50 waktu setempat.

Saat itu, Rylan tengah meluncur di lintasan ski. Namun secara tiba-tiba, ia mengalami kecelakaan fatal ketika lehernya terlilit tali pembatas lintasan atau boundary rope.

“Korban meninggal dunia setelah lehernya terlilit tali pembatas lintasan saat meluncur di lereng ski,” ujar sumber kepolisian setempat, dikutip dari Grid.ID, Sabtu (17/1/2026).

Peristiwa tersebut tidak langsung diketahui oleh pengunjung lain. Keberadaan Rylan baru terungkap setelah seorang pemain ski lain menemukan korban tergeletak tak sadarkan diri. Temuan itu segera dilaporkan kepada pengelola resort, yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian.

Korban sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa Rylan tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, di lokasi kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak sekitar 10 meter yang dihubungkan tali sebagai pembatas lintasan ski. Diduga kuat, saat meluncur, leher korban mengenai tali tersebut, menyebabkan terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Hasil autopsi yang dilakukan pada 9 Januari 2026 mengungkapkan bahwa Rylan meninggal dunia akibat asfiksia atau mati lemas yang disebabkan oleh tekanan pada leher.

(Kompas.com/TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com/Bangkapos.com)

Baca Lebih Lanjut
Nasib Tragis Rylan Henry Pribadi, Cucu Konglomerat Indonesia Meninggal Saat Main Ski di Jepang
Tribun
Profil dan Jejak Bisnis Henry Pribadi, Konglomerat yang Cucunya Meninggal saat Main Ski di Jepang
Kecelakaan Ski di Jepang, Rylan Henry Pribadi Cucu Pendiri Napan Group Meninggal Dunia
Terungkap Sosok Remaja 17 Tahun Meninggal saat Main Ski di Jepang, Cucu Konglomerat Napan Group
Rylan Henry Pribadi Cucu Konglomerat Indonesia Meninggal di Usia 17 Tahun di Jepang, Terlilit Tali
Detik-detik Rylan Henry Pribadi Cucu Konglomerat Indonesia Meninggal di Jepang, Korban Terjerat Tali
Profil Henry Pribadi, Kakek Rylan yang Meningal saat Main Ski di Jepang, Konglomerat Indonesia
Sosok Reza Pribadi, Konglomerat yang Baru Kehilangan Anak Lelaki Satu-satunya, Rylan Baru 17 Tahun
Cucu Pengusaha Kaya, Rylan Henry Pribadi Tak Suka Flexing, Sepatu Rusak Dilakban, Ibu: Sampai Hancur
Profil Rylan Henry Pribadi, Cucu Konglomerat yang Belajar Ski dari Usia 3 Tahun dan Pecinta Klub Bola Chelsea
Ulfa Lutfia Hidayati