TRIBUNJATIM.COM - Viralnya video kepala sekolah yang mengamuk karena menu makan bergizi gratis (MBG) diduga basi, berbuntut panjang.

Akibatnya, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara, dihentikan sementara.

Baca juga: MBG Diantar Naik Mobil Alphard & BYD Sealion 7 ke Sekolah, BGN Tak Permasalahkan: Tidak Ada Larangan

Informasi tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (KPPGN) Bandar Lampung, Fitra Alfarisi, usai dilakukan investigasi langsung ke lokasi kejadian.

"Iya, benar, kita setop sementara setelah investigasi langsung ke lokasi," kata Fitra saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).

"Kita tutup sementara sambil menunggu perbaikan. Setelah kita ke sana, ternyata ada beberapa spesifikasi dapur yang belum sesuai juknis," ujar Fitra.

Salah satu temuan di SPPG Sindang Sari adalah belum tersedianya water heater untuk mencuci ompreng makanan.

"Penggunaan air panas ini diwajibkan dalam standar kebersihan dapur MBG," kata dia.

Terkait tudingan menu MBG basi, Fitra menyebut, pihaknya tidak menemukan bukti makanan tidak layak konsumsi berdasarkan pemeriksaan sampel yang tersimpan di dapur.

Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), setiap pengiriman makanan wajib menyisakan satu ompreng sampel.

Sampel ini disimpan di brankas dapur selama dua hari untuk keperluan evaluasi.

"Dari sampel yang kami cek, makanannya masih layak," ujar Fitra.

"Kalau disebut tempe basi, itu sebenarnya tempe bacem," sambungnya.

"Untuk anggur yang disebut benyek, kemungkinan karena tertindih ompreng lain," jelas Fitra.

Peristiwa tersebut viral di media sosial melalui video yang memperlihatkan paket MBG berisi tempe, sayur, dan buah.

Dalam video yang beredar, kejadian ini berlangsung di SDN 3 Sindang Sari.

Kepala sekolah bernama Ida Yulia Mega menunjukkan kondisi paket MBG yang dinilainya tidak laik makan.

Ia mengaku, kejadian ini bukanlah kali pertama.

Menu-menu MBG pada beberapa kali ke belakang juga pernah diterima dengan kondisi yang sama.

"Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Jangan masukin barang busuk kayak gini," kata dia, melansir Kompas.com.

Baca juga: Guru Pingsan Dipermalukan Bupati di Depan Forum Imbas Singgung Koperasi Merah Putih, Bibir Dijahit

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengkonfirmasi adanya 11 siswa di SDN 3 Sindang Sari yang mengalami keracunan.

Berdasarkan laporan Polres Lampung Utara, efek yang dialami sebelas siswa-siswi tersebut mulai dari mual hingga muntah.

"Ya mual, pusing hingga muntah-muntah dengan wajah sudah pucat," kata Yuni.

"Namun alhamdulillah mereka sudah kembali ke rumah usai menjalani perawatan di rumah sakit," imbuhnya.

NGAMUK - Video viral kepsek SDN 3 Sindang Sari di Kabupaten Lampung Utara mengamuk lantaran MBG basi dan busuk, Senin (12/1/2026).
NGAMUK - Video viral kepsek SDN 3 Sindang Sari di Kabupaten Lampung Utara mengamuk lantaran MBG basi dan busuk, Senin (12/1/2026). (Istimewa)

Menanggapi kejadian ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Sari di Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Abib Saputra, akhirnya buka suara.

Ia membantah telah memberikan menu MBG yang tidak layak konsumsi kepada para siswa di SDN 3 Sindang Sari.

Abib merespons protes dari kepala sekolah yang mengamuk lantaran menu MBG untuk murid-muridnya basi dan busuk.

"Kami menyampaikan klarifikasi terkait menu Program Makan Bergizi Gratis pada Senin, 12 Januari, yang viral di berbagai media sosial," kata Abib.

"Informasi yang menyebut menu tersebut tidak layak konsumsi adalah tidak benar," imbuhnya dalam keterangan pers yang dibagikan Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (14/1/2026).

SPPG Sindang Sari menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan dan pendistribusian makanan telah dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.

"Mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga pemorsian sebelum didistribusikan ke sekolah sesuai standar," lanjutnya.

Bantahan

Abib mengatakan, menu MBG yang disalurkan pada hari tersebut terdiri dari nasi putih, telur ceplok asam manis, tumis buncis dan wortel, tempe bacem, serta buah anggur.

Pendistribusian dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB dan mulai dikonsumsi siswa beberapa menit setelahnya.

"Terkait adanya keluhan sejumlah siswa berupa sakit perut, mual, dan pusing, pihak SPPG Sindang Sari langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta instansi terkait untuk memastikan penanganan cepat terhadap siswa yang mengalami keluhan," ucapnya.

Menanggapi tudingan menu MBG dalam kondisi busuk atau berlendir, ia memastikan bahwa dugaan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Dugaan bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi tidak sesuai dengan fakta yang kami temukan," tegas Abib.

SPPG Sindang Sari kini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk melakukan pengecekan serta uji sampel makanan.

"Kami telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan dan uji sampel makanan," jelasnya.

Berdasarkan pengecekan awal, kata Abib, menu dinyatakan aman dan tidak menimbulkan kejadian luar biasa atau keracunan bagi penerima manfaat.

Baca Lebih Lanjut
44 Dapur MBG di Banjarmasin Layani Ratusan Sekolah, Korwil SPPG:  Sertifikasi dan Alat Uji Bertahap
Pastikan Dapur SPPG 1 Aman, Kapolresta Pontianak Cek Dapur dan Menu MBG
Enam SPPG di Kabupaten Bangka Siap Salurkan MBG 
Banyak Penyebab Keracunan Dari SPPG di Mojokerto, Kemenkes Soroti Celah Pada Cara Penyimpanan MBG
Dapur SPPG Way Kandis Bagikan MBG Pakai Kostum Power Ranger, Siswa Antusias
Satgas MBG Manokwari terus pantau mutu dan kelayakan makanan
Antaranews
44 Dapur MBG Banjarmasin Layani 407 Sekolah, Belum Semua SPPG Gunakan Rapid Test
Pertama di Indonesia, SPPG Abadi Jaya 03 Depok Jalin Kerjasama dengan RS GPI Jaga Kualitas MBG 
Baru 11 dari 77 SPPG MBG di Kabupaten Mojokerto yang Kantongi Sertifikat SLHS
Kondisi 411 Warga Diduga Keracunan MBG di Mojokerto sudah Pulih, Diperbolehkan Pulang ke Rumah