TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Viral di sosial media, seorang pelaut pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 105, dalam kondisi tak wajar.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/1/2026) dan Viral hingga hari Kamis (15/1), di berbagai plat form sosial media.
Pria yang mengakhiri hidupnya di dalam kamar KM Sabuk Nusantara 105, bernama Wahyu Prasetyo (33) yang merupakan Kepala Kamar Mesin (KKM).
Baca juga: Warga Kawio Tidur di Pinggir Toko Tunggu Kapal Sabuk Nusantara, Sudah Dua Minggu Terlantar di Tahuna
Saat kejadian terinformasi kapal sedang labuh di Dermaga II Pelabuhan Samudera Bitung.
Dalam tayangan video yang viral, sang KKM nampak memakai pakaian seragam warna merah kombinasi biru lengan panjang.
Keberadaan Wahyu Prasetyo KKM KM Sabuh Nusantara 105, yang di temukan mengakhiri hidupnya dalam kamar pada Rabu (14/1) pukul 18.50 Wita.
Menurut keterangan saksi, Kapten Kapal KM Sabuk Nusantara 105 Yanus Thomas Nafie korban yang mengakhiri hidupnya di dalam kamar terakhir kali terlihat beraktivitas di bagian mesin kapal sekitar pukul 09.00 Wita Rabu (14/1).
Pada pukul 10.0 Wita sang Kapten Kapal mencoba menghubungi Wahyu via telepon, namun tidak ada respons.
Kecurigaan semakin besar ketika Wahyu Prasetyo tidak merespons panggilan telepon sepanjang hari.
Situasi itu oleh Kapten Kapal memerintahkan beberapa anak buah kapal (ABK) untuk mengecek ke kamar Wahyu Prasetyo.
"Saat pintu kamar dibuka, kami melihat Wahyu Prasetyo sudah dalam posisi tergantung," kata Yanus Thomas Nafie Kapten Kapal KM Sabuk Nusantara 105, saat memberikan keterangan kepada polisi.
Sementara itu menurut Sity Sulaika Tunangan Wahyu Prasetyo mengungkapkan, bahwa mereka sempat bertengkar via telepon sekitar pukul 08.00 Wita.
Sity mencoba menghubungi Wahyu Prasetyo kembali, namun tidak ada respons.
"Saya sangat shock ketika mendengar kabar bahwa Wahyu telah meninggal dunia dengan cara gantung diri," ujar Sity saat memberikan keterangan ke polisi.
Kapolsek KPS IPTU Harly Buida., SH didampingi Pamapta II IPDA Ronaldo Takahendengan., SH dan Tim Inafis Polres Bitung tiba dilokasi kejadian langsung melakukan pengamanan dan olah TKP.
Jenazah Wahyu Prasetyo dibawa ke RS. Manembo-nembo Bitung untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).
Terpisah Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung Iptu Harly Buida SH saat di konfirmasi bilang, berdasarkan hasil pemeriksaan Visum Et Repertum (VER) yang di lakukan oleh Dokter Forensik Geeberd Dundu, S.FM di RSMN Manembo-Nembo Bitung tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
"Kematian Wahyu Prasetyo dipastikan murni gantung diri," sebut Kapolsek KPS Bitung Iptu Harly saat dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Bitung Iptu Natip Anggai, saat di konfirmasi Tribun Manado Kamis (14/1/2026).
Saat ini, jenazah Wahyu Prasetyo sudah dibawa oleh Keluarga korban ke Jawa untuk dimakamkan. (CRZ)