TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Rival Altaf atau akrab disapa Rival Indigo, menjadi sorotan setelah terlibat dalam pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Gunung Slamet yang hilang lebih dari dua pekan atau 17 hari.
Anak dengan kemampuan khusus itu turut dilibatkan karena Syafiq tak kunjung ditemukan meski seluruh area sudah disisir tim SAR dan relawan.
Hingga, Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden dekat area Watu Langgar, Rabu (14/1/2026) pukul 10.49 WIB.
Adapun Rival didatangkan langsung dari Cilacap, Jawa Tengah, untuk membantu menelusuri titik terakhir Syafiq.
Baca juga: Jenazah Syafiq Pendaki yang Hilang 17 Hari Akhirnya Tiba, Lantunan Lailahaillahallah Menggema
Diketahui, Rival Altaf merupakan seorang remaja berusia 16 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah, dan dikenal publik sebagai anak indigo.
Anak indigo pada umumnya mempunyai kemampuan unik, yang menurut para ahli terkait gelombang otak lambda dengan frekuensi lebih dari 200 Hz, sehingga memungkinkan mereka bersinggungan dengan dunia supranatural dan metafisika.
Sebelumnya, Rival juga viral karena membantu tim SAR menemukan korban longsor di Cilacap dan Banjarnegara.
Rival mengklaim menggunakan “indra keenam” untuk menunjukkan lokasi korban yang tertimbun material longsor, termasuk jenazah seorang ibu hamil dan dua anaknya.
Belakangan, Rival Altaf disorot setelah ikut membantu pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki Gunung Slamet yang hilang sejak 29 Desember 2025.
Atas inisiatif pribadi, ia tiba di basecamp dan langsung menyisir jalur sulit bersama beberapa relawan, meski medan berat dan cuaca ekstrem.
Baca juga: Potret Proses Evakuasi Jasad Syafiq Pendaki Gunung Slamet yang Hilang 17 Hari, Pentunjuk dari Barang
Kehadirannya menjadi sorotan publik karena mampu memadukan kemampuan uniknya dengan aksi nyata di lapangan.
Orang tua Rival menjelaskan bahwa putranya memang berniat membantu mencari Syafiq Ali.
"Ini anak emang udah niat (menolong)," kata ibunda Rival Altaf dikutip dari Tribunnews pada Kamis (15/1/2026).
"Mau nolong masa besok-besok," timpal ayah Rival Altaf.
Ibunda Rival Altaf menjelaskan bahwa putranya sudah izin untuk membantu mencari Syafiq Ali.
Akan tetapi, ketika hendak diantar ke sana, tiba-tiba Rival Altaf sudah berada di lokasi kejadian.
"Udah izin, cuma pas berangkat kita tidak tahu," ucap ibunda Rival Altaf.
"Jam 2 saya dapet telepon, (Rival) sudah di Bambangan (base camp Gunung Slamet)," sambungnya.
Rival berangkat sendiri ke lokasi dengan membawa uang Rp130 ribu tanpa sepengetahuan mereka.
"Dia bawa uang Rp130 ribu," kata ayah Rival Altaf.
Amrul (20), pendaki yang membantu pencarian, mengatakan proses pencarian memang penuh kejanggalan.
"Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” kata Amrul, Rabu (14/1/2026).
Menurut Amrul, tim pencarian dibantu anak indigo yang didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah, untuk membantu menelusuri titik terakhir Syafiq.
"Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9, tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq," ujarnya.
Anak indigo pada umumnya mempunyai kemampuan unik, yang menurut para ahli terkait gelombang otak lambda dengan frekuensi lebih dari 200 Hz, sehingga memungkinkan mereka bersinggungan dengan dunia supranatural dan metafisika.
Secara bergantian, tim relawan independen bersama anak indigo menelusuri jalur pendakian yang ekstrem, namun jasad Syafiq baru bisa ditemukan pada hari ke-17, Rabu (14/1/2025).
“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat dan hanya menjelaskan orangnya dibalik bebatuan,” kata Amrul.
Baca juga: Sosok Himawan Teman Syafiq Yang Selamat dari Gunung Slamet, Pamit ke Ayah Naik Gunung Sumbing
Lokasi hilangnya Syafiq berada di lereng bebatuan dan tanah tandus, dengan banyak aliran sungai kecil.
Dari foto yang diterima Kompas.com, Syafiq ditemukan tertelungkup di antara bebatuan.
Selain jasad, relawan juga menemukan sepatu, dompet, dan handphone milik Syafiq.
Kronologi Hilangnya Syafiq Ali
Syafiq dan rekannya Himawan diketahui masih bersama saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada 28 Desember 2025.
Keduanya sempat beristirahat di Pos 5. Di lokasi tersebut, kaki Himawan mengalami kram sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan lancar.
Melihat kondisi rekannya, Syafiq kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Ia meminta Himawan menunggu di Pos 5.
Namun, setelah berpisah, Syafiq tak kunjung kembali. Hingga malam hari, Himawan masih menunggu, tetapi kontak dengan Syafiq terputus.
Karena Syafiq tidak kembali, Himawan akhirnya memutuskan bergerak naik menuju Pos 9 Gunung Slamet yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari Pos 9, jarak menuju puncak Gunung Slamet diperkirakan sekitar 300 hingga 600 meter.
Himawan bertahan di Pos 9 hingga Selasa (30/12/2025) pagi, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim relawan dan dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat.
Sementara itu, pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan hingga akhirnya ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Himawan bertahan.
(*)