TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi buah bibir dan viral di media sosial.

Bukan karena baru dibuka untuk umum tetapi juga karena pemandangan alam yang indah yang disajikan saat melintasi jalur ini.

Pengendara dapat menikmati pemandangan alam berupa hamparan pertanian berlatar Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Hal ini membuat Jalisu berpotensi besar menjadi jalur wisata baru di Wonosobo. 

Jalisu merupakan jalan penghubung antar desa dan kecamatan, mulai dari Reco, Butuh, Kembaran, Bowongso, Banyumudal, hingga kawasan Kalikajar dan sekitarnya.

Infrastruktur ini juga dinilai mendukung sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat. 

Baca juga: Vicky Prasetyo Mau Bangun Villa di Telaga Menjer Wonosobo, Pemkab Minta Cek

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto mengatakan, pembangunan Jalisu telah rampung dan mulai bisa dilewati kendaraan.

"Alhamdulillah, Jalan Lingkar Sumbing sudah selesai melalui kegiatan Inpres Jalan tahun 2025," ucapnya, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, ruas jalan yang viral di media sosial ini memiliki panjang 3,3 kilometer dengan lebar badan jalan 5,5 meter, sesuai standar jalan kabupaten. 

Perubahan kondisi jalan kini terlihat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

Kondisi jalan lebih halus dan lebar, dari sebelumnya yang hanya bisa dilewati satu mobil dan berupa jalan rolak.

"Hari ini, kelihatan sebelum dan sesudahnya seperti apa, dan pemandangannya begitu indah," katanya.

Rawan Longsor

MULAI BERDIRI BANGUNAN - Pemandangan alam di Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) Wonosobo, Rabu (7/1/2026). Jalisu Wonosobo yang mulai ramai dilintasi karena keindahan alamnya membuat warga mulai mendirikan warung di tepi jalan.
MULAI BERDIRI BANGUNAN - Pemandangan alam di Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) Wonosobo, Rabu (7/1/2026). Jalisu Wonosobo yang mulai ramai dilintasi karena keindahan alamnya membuat warga mulai mendirikan warung di tepi jalan. (Tribun Banyumas/Imah Masitoh)

Meski pembangunan telah rampung, Adin mengakui bahwa Jalisu masih menghadapi tantangan serius terkait potensi bencana longsor. 

Secara geografis, jalisu berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor.

Ia menyebut, lebih dari 30 persen kawasan di sekitar jalan tersebut masuk kategori rawan longsor.

Beberapa titik bahkan berada di posisi lereng dengan ketinggian ekstrem dengan medan jalan berkelok.

Hingga saat ini, tidak semua ruas telah dilengkapi perkuatan tebing.

Baca juga: Progres Pembangunan Infrastruktur Wonosobo 2025, Termasuk Jalur Lingkar Kertek

Sebagai langkah awal, DPUPR Wonosobo telah memasang rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan. 

Selain itu, evaluasi terhadap sistem drainase juga terus dilakukan.

"Petugas kami turun, lihat ini arah aliran ke mana, kami perbaiki arah alirannya," ujarnya.

Adin menegaskan bahwa penanganan longsor tidak semata mengandalkan pembangunan fisik. 

Pemkab Wonosobo juga menyiapkan pendekatan berbasis lingkungan dengan melibatkan masyarakat.

DPUPR Wonosobo berencana melakukan gerakan penanaman bersama menggunakan tanaman penahan erosi, semisal akar wangi, vetiver, dan kaliandra.

"Kami sudah kumpulkan bibit-bibit itu untuk segera kami lakukan gerakan menanam bersama masyarakat," ungkapnya.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan lereng Sumbing. (*)

Baca Lebih Lanjut
Tiga Potret Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo, Rekomendasi Touring Akhir Pekan Ini
Di Lereng Sindoro Wonosobo, Warga Gunung Alang Duduk Berjejer Syukuran Panen dan Jaga Hutan
Warga Gunung Alang Gelar Syukuran Panen dan Jaga Hutan di Lereng Sindoro Wonosobo
Pendakian Gunung Slamet Sepi saat Tahun Baru, Ada Hikmahnya
Way Gunung Batu Tawarkan Wisata Alam Natural di Pesawaran
Pendaki Gunung Slamet yang Hilang Itu Bawa Pesan Khusus buat Sang Mantan
Detik
Wisata Paralayang Majalengka: Info Harga Terbaru 2026 dari Gunung Panten
Air Terjun Gunung Rian, Primadona Wisata Tana Tidung dengan Pesona 7 Tingkat yang Bikin Betah
Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Gunung Bromo Banyak Diserbu Wisatawan Lokal
Jelang Malam Pergantian Tahun, Wisatawan Mulai Padati Objek Wisata Gunung Dempo