TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kondisi Jembatan Mahulu di kawasan Loa Buah, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. kembali mendapat sorotan tajam usai kembali ditabrak tongkang pada Minggu (4/1/2026) dini hari.

Sebelumnya pada Selasa 23 Desember 2025, terjadi juga insiden serupa dimana sebuah tongkang dengan nama lambung M80-1302 yang ditarik Tugboat (TB) KD 2018 menabrak pilar jembatan mahulu.

Imbas dari tabrakan sebelumnya membuat 3 fender (pelindung) jembatan mahulu hilang tersapu arus Sungai Mahakam. 

Dua insiden yang hanya berjarak sekitar 2 minggu ini membuat jembatan sangat berisiko apabila terjadi insiden berulang.

Baca juga: Penyelidikan Insiden Jembatan Mahulu Samarinda Terus Berjalan, Upaya Pemulihan Aset Pemprov Dikawal

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR & PERA) Provinsi Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan kondisi diatas jembatan masih aman untuk dilalui.

"Kalau secara geometrik dan secara visual belum terdapat tanda-tanda pergeseran sehingga untuk sementara bisa dinyatakan aman untuk dilintasi kendaraan di atas jembatan," ujar Fitra, Senin (5/1/2026).

Kendati demikian, Fitra sapaan akrabnya, belum bisa memastikan apakah bagian dalam struktur jembatan mengalami kerusakan. 

Pihaknya tengah melakukan investigasi untuk memastikan kondisi struktur jembatan dalam kondisi yang aman.

Oleh sebab itu, kata Fitra, hilir mudik kapal tongkang di kolong Jembatan Mahulu harus diawasi secara ketat. 

Bukan tanpa alasan, lanjut dia, dengan kondisi jembatan yang tanpa fender saat ini, kapal yang berbobot 400 ton saja sudah cukup untuk merubuhkan jembatan itu.

"Dengan kecepatan yang hitungan kami rata-rata 2 knot atau 3,7 meter per jam dengan bobot 400 ton. Jadi dengan kecepatan sebegitu, sudah cukup merobohkan," jelasnya.

Sehingga dengan tidak adanya fender, sebut dia, sangat berisiko. Makanya perlu assist, perlu pandu yang ekstra dari escort juga nantinya.

Fitra menambahkan Jembatan Mahulu didesain untuk menahan beban vertikal bukan horizontal.

Sehingga apabila terdapat beban horizontal akibat ditabrak tongkang, ada potensi keruntuhan.

"Jika tertabrak lagi, pontonnya yang seperti ponton yang kemarin kemudian nabraknya secara langsung, itu punya potensi keruntuhan. Sekali tabrak saja," pungkas Fitra. (*)

 

 

Baca Lebih Lanjut
BREAKING NEWS: Jembatan Mahulu Samarinda Ditabrak Tongkang Lagi, Dapur Rumah Warga Ikut Terkena 
Ponton Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu dan Rumah, Dapur Warga Ludes tak Tersisa
Dapur Warga Samarinda Hancur Dihantam Ponton Batu Bara, Lukman: Hanya Dengar Suara Nyaring
Tuntut Ganti Rugi, Gubernur Kaltim Rudy Masud Minta KSOP Rangkul Perusda
Viral Penampakan Buaya 'Santai' di Bawah Jembatan Mahkota II Samarinda
Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan NTT 2-5 Januari 2025, BMKG Ingatkan Berisiko bagi Pelayaran
Termasuk NTT, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Periode 1-2 Januari 2026
Waspada! BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumbar hingga 5 Januari 2026
BMKG Prediksi Gelombang Laut 2,5 Meter di Perairan NTT hingga 5 Januari 2026, Nelayan Waspada
Potensi Gelombang Tinggi BMKG untuk 5-8 Januari 2026: Siklon Tropis Picu Angin Kencang