SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Polsek Rambang Kapak Tengah menindaklanjuti kejadian pelemparan kaca mobil yang terjadi di perlintasan exit Tol Prabumulih.

Peristiwa tersebut persisnya terjadi di KM 00+400 wilayah Desa Karangan, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Prabumulih pada Jumat (2/1/2026) dinihari sekira pukul 00.30.

Kapolsek Rambang Kapak Tengah, Iptu Haris Krisnanda mengatakan ada sejumlah kendaraan yang dilempari orang tak dikenal.

Namun ada satu kendaraan yang mengalami kerusakan terparah yakni Toyota Calya dengan nomor polisi BG 1520 CT.

"Ya, Jumat petang kemarin pemilik kendaraan dengan pihak pengelola tol dipertemukan di Mapolsek Rambang Kapak Tengah," kata Haris kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).

Kedua belah pihak yakni pemilik kendaraan bernama Adis Mireal dimediasi dengan perwakilan manajemen Tol Indralaya-Prabumulih, Ejra Agusman Sebayang.

Pertemuan yang diinisiasi polisi tersebut untuk melakukan mediasi.
DIMEDIASI POLISI - Pemilik kendaraan dan pihak pengelola Tol Indralaya-Prabumulih dipertemukan di Mapolsek Rambang Kapak Tengah, Jumat (2/1/2026) petang. Pertemuan yang diinisiasi polisi tersebut untuk melakukan mediasi. Dokumen polisi

Mediasi guna mencari solusi terbaik, serta menyelesaikan permasalahan secara musyawarah, tanpa mengesampingkan proses hukum yang berlaku.

"Pihak pengelola tol menyatakan kesediaan untuk membantu biaya perbaikan kendaraan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pengguna jalan tol," terang Haris.

Kesepakatan tersebut diterima oleh pemilik kendaraan dan dituangkan dalam hasil mediasi yang disaksikan langsung oleh pihak kepolisian.

Polisi telah meminta pemilik kendaraan untuk membuat laporan polisi atas kejadian pelemparan kaca tersebut. 

Namun, menurut Haris, pemilik kendaraan menyatakan tidak bersedia membuat laporan polisi. 

Atas keputusan tersebut, pihak kepolisian kemudian membuat surat pernyataan.

"Isinya bahwa pemilik kendaraan dengan kesadaran sendiri dan tanpa paksaan dari pihak manapun, tidak melanjutkan proses hukum melalui laporan polisi," terang Haris.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap akan melakukan proses penyelidikan. 

Ia menyampaikan bahwa meskipun korban tidak membuat laporan polisi, anggota di lapangan telah mengumpulkan sejumlah bukti serta memeriksa beberapa saksi guna mengungkap pelaku pelemparan.

"Polisi akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku demi menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan," tegas Jon Kenedi. 

Menurutnya, tindakan pelemparan di jalan tol sangat membahayakan dan tidak dapat ditoleransi karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Selain itu, Polres Prabumulih melalui Polsek Rambang Kapak Tengah juga mengajak kepala desa setempat untuk turut berperan aktif memberikan imbauan kepada masyarakat.

Khususnya anak-anak dan remaja agar tidak melakukan aksi pelemparan di jalan tol. 

"Tentunya setiap pelanggaran hukum akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif," kata Jon Kenedi kembali menegaskan.

Terpisah, Manajer Jalan Tol Regional Sumbagsel dari PT Hutama Karya, Arief Yeri Krisnanto juga mengonfirmasi bahwa ganti rugi kendaraan rusak telah ditunaikan.

"Untuk pengguna jalan mendapatkan kompensasi, ganti rugi dari pihak tol," kata Arief dihubungi terpisah.

Baca Lebih Lanjut
Pemilik Mobil yang Dilempar Batu Saat Melintas di Tol Prabumulih Dapat Kompensasi dari Hutama Karya
Sejumlah Mobil Dilempari Batu Saat Melintas di Tol Indraprabu, Kaca Pecah Hingga Bodi Penyok
5 Mobil Rusak Akibat Dilempar Batu Saat Melintas di Tol Prabumulih, Kaca Pecah dan Bemper Rusak
Tabrak Bengkel dan Motor Parkir di Mamuju, Pemilik Mobil Ganti Rugi Rp7 Juta
Call Center di Ruas Tol Kapal, Terpeka dan Indraprabu, Pengguna Jalan Wajib Tahu
Danielle eks NewJeans terancam ganti rugi mencapai miliaran won
Antaranews
Objek Wisata Danau Biru Indralaya Diserbu Wisatawan, Antrean Kendaraan Mengular Sejak Pertama Dibuka
Di Tengah Guyuran Hujan, Mobil Tabrak Pembatas Jalan Tol Semarang-Solo. Diduga Akibat Pecah Ban
Akhir Libur Nataru, Begini Ramainya Arus Lalu Lintas di Tol Cikatama
Wisata Kuliner Unik Ogan Ilir, Kedai Mi Dower dengan View Sabana dan Pinggir Jurang