TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pergantian tahun di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang dikenal sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), berlangsung sederhana namun hangat.
Seperti diketahui bersama bahwa di kawasan IKN, tidak ada perayaan resmi yang digelar untuk menyambut malam pergantian tahun.
Namun denyut kebersamaan justru terasa kuat di ruang-ruang publik, yang ada di Penajam Paser Utara, terutama di alun-alun dan Pelabuhan Penajam.
Sejak sore, Pelabuhan Penajam dipadati warga yang datang dan pergi.
Baca juga: Wapres Gibran dan Selvi Ananda Pilih Bermalam di IKN Nusantara Kaltim Jelang Tutup Tahun
Tidak ada pesta besar atau hitung mundur megah, tetapi cahaya lampu kapal, deru mesin feri, dan lalu-lalang penumpang menciptakan suasana khas malam tahun baru.
Beberapa pedagang kecil masih bertahan, menyajikan kopi dan makanan ringan bagi penumpang yang menunggu penyeberangan terakhir tahun ini.
Di sisi lain kota, alun-alun PPU menjadi titik kumpul utama masyarakat.
Di sinilah pelaku UMKM berinisiatif menghadirkan hiburan rakyat, fashion show, tari daerah, penampilan persatuan paguyuban Banyuwangi, hingga dua DJ lokal.
Semua digelar secara swadaya, hasil iuran murni UMKM, tanpa sponsor, maupun bantuan pihak mana pun.
“Kami UMKM mengadakan hiburan untuk masyarakat. Tahun lalu ada kembang api, tahun ini kami ganti dengan menerbangkan lampion supaya kemeriahan tahun baru tetap dirasakan,” ujar Makmur, salah satu pelaku UMKM di PPU, di tengah suasana alun-alun yang ramai meski hujan turun sesekali, Rabu (31/12/2025).
Lampion-lampion perlahan naik ke langit malam, menjadi simbol perayaan yang lebih tenang.
Baca juga: Penafsiran Warga Atas Kunjungan Wapres Gibran ke IKN Nusantara di Kaltim
Keputusan tidak menyalakan kembang api juga dilandasi empati terhadap bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Nuansa syukur dan kebersamaan terasa lebih dominan dibanding euforia berlebihan.
Sebagai daerah penyangga IKN, Penajam Paser Utara malam ini menunjukkan wajahnya, sebagai ruang singgah yang tetap hidup.
Meski tidak ada perayaan resmi di kawasan IKN, arus masyarakat tetap bergerak, dan pusat-pusat keramaian di Penajam Paser Utara menjadi tempat warga menunggu detik-detik pergantian tahun.
“Alhamdulillah, meskipun tidak ada kembang api dan tidak ada perayaan di IKN, tingkat kunjungan masyarakat tidak berubah dari tahun kemarin. Teman-teman di alun-alun berinisiatif membuat acara hiburan dan lampion sebagai pengganti, sekadar memeriahkan dan tetap bersyukur,” kata Ferry, pelaku UMKM lainnya. (*)