TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Masyarakat Blora diimbau untuk tidak menggelar pesta kembang api.
Hal itu mengingat, saat ini di beberapa wilayah seperti Sumatera dan Aceh, warganya tengah tertimpa musibah bencana banjir.
Dengan tidak menyalakan kembang api di malam tahun baru, menjadi salah satu wujud empati terhadap sesama warga yang saat ini sedang dilanda musibah bencana banjir tersebut.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, mengajak masyarakat Blora untuk memahami kondisi Indonesia saat ini.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyalakan pesta kembang api saat malam tahun baru."
"Itu adalah wujud dari empati kita kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana di Sumatera," jelasnya, Senin (29/12/2025).
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi.
Baca juga: Indahnya Susunan Batuan Purba di Purbalingga, Puluhan Tahun Tersembunyi di Balik Rerumputan
Baca juga: Polda Jateng Pamer Ungkap 9.160 Kasus Sementara Pembunuh Iwan Boedi Tak Tertangkap: Kami Kesulitan
Baca juga: Kunjungan Wisata Nataru di Cilacap Tembus 47 Ribu Orang, Wisata Pantai Masih Jadi Primadona
Komang memastikan di Blora tidak ada pesta kembang api dalam perayaan tahun baru 2026.
"Malam pergantian tahun di Blora tidak ada pesta kembang api," ujarnya.
Lebih lanjut, Komang menjelaskan alasan tidak menggelar pesta kembang api di momen malam pergantian tahun.
"Informasi terakhir karena ada imbauan dari pusat itu tidak boleh ada pesta kembang api."
"Mengingat karena masih ada bencana di Sumatera dan Aceh, yang saat ini masih berduka," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat Blora untuk ikut berempati dengan kondisi masyarakat di Sumatera dan Aceh yang saat ini tertimpa musibah banjir.
"Jadi saya kira kita harus menyadari lah bahwa kondisi di Sumatera masih seperti itu."
"Kita Indonesia itu kan NKRI jangan satu sisi, ada yang happy-happy sementara saudara kita sedang berduka dan sebagainya. Ini juga bagian dari introspeksi diri kita juga di akhir tahun ini," paparnya.(Iqs)