TRIBUNBATAM.id - Siska Bella (21), gadis asal Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, tewas dibunuh pacarnya, M Tegar Pratama (20), di kamar indekosnya di Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Pembunuhan terjadi pada Selasa (16/12/2025), sementara jasad korban ditemukan dua hari kemudian dalam kondisi membengkak dan mengeluarkan bau tak sedap.
Siska Bella merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ia merantau dari kampung halaman ke Batam untuk mengadu nasib.
Setahun lalu, tepatnya Agustus 2024, Bella merantau ke Batam.
Sebagai anak pertama, Bella terpanggil untuk membantu keluarga. Di Batam ia bekerja di sebuah restoran di Windsor.
Setiap menerima gaji, Bella selalu menyisihkan penghasilannya untuk dikirim ke kampung halaman.
“Itulah kenapa saya bilang dia tulang punggung keluarga. Setiap gajian pasti kirim uang ke kampung,” kata Sisi, sahabat sekaligus teman sekampung Bella.
Mata Sisi berkaca-kaca ketika mengenang sahabatnya. Baginya, Bella adalah sosok ceria, mudah bergaul, dan pekerja keras.
Awalnya Bella satu kos dengan Sisi di Batuaji. Setelah bekerja, Bella pindah kos ke Lubuk Baja.
Kabar kematian Bella begitu mengguncang Sisi. Ia tak menyangka perjuangan yang mereka mulai bersama di tanah rantau berakhir dengan tragedi.
“Kami datang ke Batam sama-sama buat kejar mimpi, mau ubah nasib. Tapi ternyata dia harus pergi lebih dulu,” ucapnya.
Dua hari sebelum kejadian, keduanya masih sempat berkomunikasi melalui pesan WhatsApp.
“Hari Senin dia masih WA saya. Dia minta nomor rekening, katanya mau balikin uang yang sempat dia pinjam. Setelah itu HP-nya tidak aktif lagi,” kenangnya lirih.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin mengungkap, pembunuhan di Batam itu terjadi pada Selasa (16/12/2025) di dalam kamar indekos Bella.
Pembunuhan terjadi gara-gara Tegar tersinggung dengan ucapan Bella.
Tegar yang emosi lalu :
"Dari pemeriksaan awal pelaku ini mengaku mengambil kaos dan melilit leher korban hingga pingsan.
Ria Junai, bibi Bella, korban pembunuhan di Batam berharap jenazah keponakannya bisa dibawa pulang ke kampung halaman, Kabupaten OKU Selatan.
Ditemui di Polsek Lubuk Baja, pihak keluarga masih menunggu proses autopsi yang rencananya dilakukan di RS Bhayangkara Polda Kepri.
Anggota Polsek Lubuk Baja kini memeriksa M Tegar Pratama (20), kekasih Bella sekaligus terduga pelaku kasus pembunuhan di Batam ini.
"Karena kami mau jenazahnya juga cepat dipulangkan. Keluarga sudah menunggu," ucapnya, Jumat (19/12/2025).
Suara Ria terdengar bergetar menahan tangis ketika berharap pelaku pembunuhan terhadap keponakannya itu mendapat hukuman setimpal.
Ria menyebut Bela merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Korban diketahui merantau ke Kota Batam sejak Agustus 2024.
Selama di Batam, Bela sempat bekerja di sebuah toko kosmetik hingga terkahir bekerja di salah satu restoran kawasan Windsor.
"Kami berharap pelaku diproses hukum yang berlaku, dan sesuai perbuatan yang dilakukan," harapnya.
Jasad Bella pertama kali ditemukan oleh dua teman kerjanya. Keduanya datang ke indekos karena Bella 2 hari tidak masuk kerja
Ketua RT 02/RW 03 Blok VI Batu Selicin, Siswo Waluyo menjelaskan :
Anggota Polsek Lubuk Baja meringkus M Tegar Pratama (20), kekasih sekaligus pelaku pembunuhan di Batam yang merenggut nyawa Bella (21).
Penangkapan terjadi sekitar 1,5 jam dari penemuan jasad Bella.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin mengungkap, pembunuhan di Batam itu terjadi pada Selasa (16/12/2025).
Ini artinya, sudah dua hari Bella meninggal dunia dalam kamar indekos tersebut.
Pelaku diketahui merupakan pekerja serabutan.
Ia ditangkap polisi di kawasan Nagoya, Kota Batam.
"Pelaku diamankan di daerah Nagoya. Pekerjaannya pekerja serabutan," tutup Zaenal.(tribunbatam)