TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah dokter pada 2025 mulai merekomendasikan pemanfaatan herbal sebagai pendamping terapi medis bagi pasien batu ginjal ringan hingga sedang.
Produk herbal Rena Pro menjadi salah satu yang disorot karena mengandung tiga tanaman yang dinilai memiliki bukti ilmiah dalam mendukung kesehatan ginjal: kumis kucing, keji beling, dan tempuyung.
Peningkatan kasus batu ginjal, nyeri pinggang, dan gangguan saluran kemih sepanjang 2025 membuat masyarakat mencari alternatif yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang. Dokter menyebut terapi komplementer berbasis herbal menjadi pilihan karena dinilai tidak membebani organ ginjal.
“Pada kasus batu ginjal non-operatif, beberapa herbal dapat membantu memperlancar aliran urine, mengurangi inflamasi, dan mendukung peluruhan batu,” kata dr.
Menurut Rianti, kombinasi kandungan dalam Rena Pro bekerja pada beberapa mekanisme, termasuk peningkatan volume urine dan pengurangan peluang kristalisasi mineral yang dapat memicu terbentuknya batu baru.
Penilaian serupa disampaikan dr. Novita Qurrota A, yang menyebut Rena Pro aman digunakan sebagai pendamping terapi dokter. “Tempuyung membantu mengikis endapan mineral, kumis kucing bersifat diuretik, dan keji beling memiliki efek antiinflamasi. Kombinasi ini relevan untuk penanganan batu ginjal ringan hingga sedang,” ujarnya.
Data yang disampaikan produsen menunjukkan bahwa formula Rena Pro bekerja melalui empat mekanisme utama: diuretik alami, penghambatan pembentukan batu baru, pengurangan inflamasi, dan mendukung detoksifikasi ringan.
Tren penggunaan herbal untuk kesehatan ginjal diperkirakan terus meningkat di 2025, seiring meningkatnya kebutuhan pasien terhadap terapi yang lebih ramah untuk pemakaian jangka panjang.
Tren penggunaan herbal untuk kesehatan ginjal diperkirakan terus meningkat di 2025, seiring meningkatnya kebutuhan pasien terhadap terapi yang lebih ramah untuk pemakaian jangka panjang.