TRIBUNBATAM.id - Dua bulan lagi, Ilham akan mendengar tangis pertama sang buah hati. Namun hari bahagia itu sirna seketika. Novia, sang istri, yang hamil 7 bulan meninggal dunia saat Gedung Terra Drone terbakar, Selasa (9/12/2025).

Kebakaran Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, menelan 22 korban jiwa, termasuk Novia.

Di Pos DVI Antemortem Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Ilham tak dapat menyembunyikan kesedihannya.

Calon ayah itu menangis. Kepergian sang istri membuatnya terpukul hebat.

Ilham menangis meratapi kepergian istrinya.

Beberapa sanak saudara mendampingi Ilham. Mereka berupaya menenangkan Ilham yang larut dalam kesedihan mendalam.

Berulang kali pula, Ilham menerima telepon dan mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya sang istri.

Ilham yang mengenakan kemeja cokelat mengaku sudah memberikan identitas ke pihak DVI antemortem untuk proses identifikasi.

"Saya suaminya cuma ditanya ciri-ciri fisik saja, sama paling identifikasi, ya seperti identitas diri," tuturnya.

Dia membenarkan istrinya tengah mengandung tujuh bulan.

"Iya sudah tujuh bulan," ucap Ilham sambil berjalan.

Keluarga korban Novia, Prasetyo, menyampaikan bahwa kondisi almarhumah sedang hamil tua.

"Sudah (hamil) tua ya kemungkinan Januari 2026 sudah masuk HPL (Hari Perkiraan Lahir)," ungkapnya di pos DVI ante mortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025).

Berdasarkan keterangan Prasetyo bahwa almarhumah Novia terjebak di lantai 5 Gedung Terra Drone.

"Iya di lantai 5 mau turun ke lantai 1 karena api sudah berasap, balik lagi ke lantai 5 dan terjebak di situ," tambahnya.

Prasetyo menambahkan kondisi jenazah masih utuh.

Informasi yang diperoleh olehnya, almarhumah meninggal karena kehabisan oksigen.

Prasetyo membenarkan bahwa almarhumah Novia merupakan karyawan di Terra Drone.

Menurutnya, sejumlah keluarga termasuk suami dan mertua korban juga datang ke RS Polri.

"Yang keluarga dari Lampung, lagi di perjalanan ke sini rencana sih mau dimakamin di Lampung," tukasnya.

Suasana di Posko di RS Polri

Keluarga korban kebakaran Gedung Perkantoran Terra Drone, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat berdatangan ke Pos DVI Antemortem RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025).

Suasana haru tampak terasa, keluarga korban saling menguatkan satu sama lain.

Seorang ibu paruh baya tampak menangis memeluk erat saudaranya.

"Maafin Novia ya, Novia sudah nggak ada sama bayinya, 21 orang meninggal," ucapnya.

Nama Novia termasuk dalam daftar korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran siang hari tersebut.

Karumkit RS Bhayangkara Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono menyampaikan kepada pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat melapor ke Gedung DVI RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri.

“Keluarga yang merasa kehilangan bisa datang ke gedung DVI saat ini sudah ada beberapa keluarga yang datang ke posko antemortem,” ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan dan identifikasi belum dilakukan karena masih menunggu permintaan resmi dari penyidik.

“Saat ini kita belum melakukan pemeriksaan karena belum ada permintaan dari penyidik. Kita menunggu surat dari penyidik untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi,” katanya.

Daftar Identitas Korban

Di media sosial X beredar daftar identitas 21 korban kebakaran di Gedung Terra Drone.

Daftar tersebut ditulis di sebuah papan tulis putih.

Di sana tertulis korban selamat 19 orang, dan korban meninggal dunia 22 orang.

Namun ada satu jenazah yang diduga identitasnya belum teridentifikasi.

Berikut identitas korban tewas dalam kebakaran di Gedung Terra Drone:

  1. Ninda 
  2. Apriana
  3. Ariel 
  4. Yoga
  5. Pariyem
  6. Novia (hamil)
  7. Nisa
  8. Nazelia
  9. Risda
  10. Assyifa
  11. Della
  12. Siti 
  13. Emelia
  14. Vina
  15. Chandra
  16. Tasya
  17. Sendi
  18. Raihan
  19. Chintya
  20. Rosdiana
  21. Insanul Mirza
  22. Belum teridentifikasi

Penyebab Kebakaran

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan berdasarkan informasi awal, kebakaran dipicu baterai yang terbakar di lantai dasar.

"Pada sekitar pukul 12.30 memang ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar. Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, kemudian ternyata baterai bakar ini menyebar karena di lantai 1 ini adalah salah satu tempat gudangnya,” ujarnya.

Saat kejadian, sebagian karyawan sedang istirahat makan di luar, sementara lainnya berada di lantai dua hingga lantai enam. 

Api yang membesar memicu asap pekat yang merambat hingga lantai paling atas.

Data dari command center Disgulkarmat Jakarta Pusat, api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 12.43 WIB. 

Total 25 unit pemadam dan 89 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut.(*)

 

Baca Lebih Lanjut
Keluarga Korban Ceritakan Ibu Hamil yang Meninggal Terjebak di Lantai 5 Gedung Terra Drone
Wahyu Aji
Berita Lengkap Tragedi Gedung Terra Drone: 22 Orang Meninggal, Salah Satunya Diduga Sedang Hamil
M Zainal Arifin
Kebakaran Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas Termasuk Seorang Ibu Hamil
Acos Abdul Qodir
Air Mata Suami Pecah, Novia Karyawan Terra Drone yang Hamil 7 Bulan Jadi Korban Kebakaran Maut
Satrio Sarwo Trengginas
Kronologi Kebakaran Gedung Terra Drone Menewaskan 22 Orang, Mayoritas Bukan Karena Terbakar
Rival al manaf
Identitas 3 Jasad Korban Kebakaran Gedung Terra Drone, Warga Lampung dan Cikarang Barat
Bobby Wiratama
Polisi Panggil Pemilik Gedung Terra Drone Buntut Kebakaran Tewaskan 22 Orang
Detik
Aksi Dramatis Sekuriti Selamatkan 15 Orang Terjebak Kebakaran di Gedung Terra Drone, Andalkan Doa
Adi Suhendi
Cerita Kurir Antar Paket ke Ibu Hamil Sebelum Kebakaran Gedung Terra Drone, Nangis Korban Tewas
Rr Dewi Kartika H
21 Kantong Jenazah Dikirim ke RS Polri Terkait Kebakaran di Gedung Perkantoran Terra Drone Jakpus
Muhammad Zulfikar