TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah di Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, saat rombongan Santa Claus atau Sinterklas bersama badut datang untuk memberikan kejutan kepada seorang anak bernama Andrew Towoliu, Minggu 7 Desember 2025.
Pasalnya, di rumah itu, momen bahagia berubah menjadi duka mendalam, karena Andrew Towoliu sudah meninggal dunia sebelum bertemu dengan Santa Claus yang ia impikan.
Ayu Angela Towoliu, kakak tertua almarhum Andrew, saat diwawancarai Tribunmanado.co.id Senin (8/12/2025) menjelaskan bahwa adiknya meninggal karena sakit demam selama beberapa hari.
"Demam dari Senin sampai hari Jumat,” ungkap Ayu.
Andrew diketahui berusia 5 tahun 6 bulan dan merupakan anak bungsu dalam keluarga Towoliu.
Menurut Ayu, sejak kecil Andrew dikenal sebagai anak yang ceria, mudah bergaul, dan sering berbaur dengan orang-orang yang lebih dewasa.
“Meski masih kecil, dia punya pemikiran yang sudah dewasa. Dia mudah bergaul dengan siapa saja,” tambahnya.
Terkait kedatangan rombongan Sinterklas, Ayu menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak direncanakan secara khusus.
Rombongan hanya melintas di sekitar lokasi, lalu salah seorang kerabat keluarga meminta para santa agar bisa singgah.
Namun, setibanya di rumah duka dan mengetahui bahwa Andrew telah meninggal dunia, suasana pun pecah dalam tangis.
“Mereka semua menangis karena niat awalnya hendak mengunjungi seorang anak, tapi ternyata anak itu sudah meninggal,” lanjutnya.
Peristiwa ini sempat menjadi perbincangan luas di media sosial, karena momen haru tersebut terekam dan viral, menyentuh hati banyak warganet.
Untuk prosesi pemakaman, pihak keluarga menjadwalkan akan dilaksanakan hari ini pukul 14.00 WITA, bertempat di Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna.
Kehilangan Andrew meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta seluruh masyarakat yang sempat mengenal keceriaan almarhum semasa hidupnya.
Sebelumnya sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pria berkostum Santa Claus dan badut mendatangi rumah duka viral di media sosial Facebook warga Sulawesi Utara (Sulut).
Santa Claus, atau Sinterklas, adalah tokoh legendaris musim Natal yang dikenal sebagai pria tua periang, berjanggut putih, berbaju merah, yang mengantarkan hadiah kepada anak-anak baik di malam Natal dari Kutub Utara menggunakan kereta salju.
Video itu direkam di Kelurahan Manente, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut Minggu (7/12/2025).
Dalam video itu tampak Santa Claus mau memberikan kejutan ke seorang anak.
Yang para santa tidak tahu ternyata merekalah yang justru diberi kejutan.
Hal itu karena bocah yang mau mereka datangi ternyata sudah meninggal dunia.
Bocah tersebut bernama Andrew Towoliu.
Ia meninggal dunia sebelum sempat bertemu dengan Santa Claus sosok yang sangat ingin ia lihat di hari-hari terakhir hidupnya.
Menurut keluarga, sebelum dilarikan ke RS, Andrew sempat meminta kepada ibunya agar suatu hari Santa Claus datang berkunjung untuk menengoknya.
Permintaan sederhana itu begitu membekas di hati keluarga.
Dan tak disangka, saat sebuah rombongan Santa melewati area duka di Manente, keluarga Andrew yang sedang berduka spontan meminta para santa untuk berkunjung.
Para Santa langsung merespons dan setuju datang untuk memberikan kejutan seperti yang diminta Andrew.
Namun ketika mereka tiba, Andrew sudah terbujur kaku.
Ia dalam keadaan terbaring mengenakan setelan jas di dalam peti.
Momen itu terekam dalam video yang diunggah oleh Junike V. Paparang, tante dari Andrew, sekaligus orang yang memanggil para Santa.
Dalam rekaman, keluarga tak mampu menahan tangis.
Para pria berkostum Santa pun tampak terpukul, berdiri terpaku tanpa kata-kata sembara sesekali menyeka air mata yang menetes di pipinya.
Kesedihan tergambar jelas di wajah mereka, seolah menyadari bahwa anak kecil ingin mereke beri kejutan sudah pergi lebih dulu.
“Andrew itu umur lima tahun. Dia mau sekali lihat Santa sebelum masuk rumah sakit,” kata Junike saat dikonfirmasi wartawan Tribunmando.co.id, Indri Panigoro Senin 8 Desember 2025.
Video ini membuat warganet banjir air mata.
Banyak yang menuliskan doa untuk Andrew serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Kasiang skali belum sempat lihat santa," tulis netizen.
"Bukan main depe orangtua pe ancor tuh hati kasiang. Turut berdukacita ," tulis netizen lainnya.
Redaksi Tribun Manado mengucapkan turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan sejati (Edu/Ind)