GridHEALTH.id - Kabar duka datang dari selebritas sekaligus penyanyi Raisa Andriana. Diketahui ibu Raisa, Ria Mariaty, meninggal dunia di RS Dharmais pada Sabtu (29/11) pagi setelah berjuang melawan kanker paru stadium 4.

Kabar ibu Raisa meninggal ini datang dari kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama. Dalam berbagai unggahannya, ia sempat bercerita bahwa kondisi sang ibu sempat membaik usai menjalani sejumlah perawatan.

Namun, pada akhirnya penyakit kanker paru yang diidap ibu Raisa tersebut kembali memburuk, yang kemudian merusak fungsi pernapasannya dan akhirnya menjadi penyebabibu Raisa meninggal dunia.

Apa Itu Kanker Paru Stadium 4?

Kanker paru stadium 4 merupakan tahap palingparah dari kanker paru, di mana sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tulang, hati, hingga otak. Pada stadium ini, kanker cenderung sulit dikendalikan dan sering menimbulkan gejala berat, terutama gangguan pernapasan.

Pasien di tahap ini biasanya membutuhkan pengobatan intensif, seperti kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, hingga tindakan medis untuk membuka saluran napas yang tertutup sel kanker.

Gejala Kanker Paru Stadium 4 yang Mirip dengan Kondisi Ibu Raisa

Beberapa gejala yang sering dialami pasien kanker paru stadium lanjut antara lain:

1. Sesak napas parah

Pada kasus tertentu, saluran pernapasan dapat tersumbat oleh sel kanker aktif. Hal ini dialami almarhumah ibu Raisa, yang akhirnya membutuhkan ventilator karena napas semakin sulit.

2. Batuk kronis dan nyeri dada

Tekanan pada jaringan paru akibat tumor dapat memicu batuk terus-menerus disertai rasa nyeri.

3. Penurunan berat badan

Tubuh bekerja keras melawan sel kanker sehingga menyebabkan penurunan berat badan yang drastis.

4. Kelelahan ekstrem

Keterbatasan asupan oksigen membuat tubuh cepat lelah.

5. Infeksi paru berulang

Kondisi paru yang melemah membuat pasien rentan terhadap infeksi.

Mengapa Kanker Paru Stadium 4 Sangat Berbahaya?

Kabar ibu Raisa meninggal menunjukkan bahwa kanker paru stadium4 dapat menyebabkan kerusakan serius pada fungsi pernapasan.

Pada almarhumah, ditemukan saluran udara yang hampir tertutup oleh sel kanker aktif, sehingga dokter perlu melakukan bronkoskopi dan cryosurgery untuk membersihkan jalur napas.

Beberapa alasan mengapa penyakit ini berbahaya:

  • Saluran napas dapat menyempit atau tertutup oleh sel kanker
  • Kanker menyebar cepat ke organ penting lainnya
  • Respon terhadap pengobatan menurun seiring perkembangan kanker
  • Muncul komplikasi seperti infeksi, gagal napas, atau cairan di paru

Pengobatan yang Umumnya Diberikan

Beberapa terapi yang biasa diberikan pada pasien kanker paru stadium 4, seperti yang dijalani ibu Raisa, meliputi:

  • Kemoterapi
  • Imunoterapi
  • Radioterapi
  • Bronkoskopi dan cryosurgery untuk membuka saluran napas
  • Ventilator bila pernapasan memburuk

Terapi ini bukan untuk menyembuhkan sepenuhnya, tetapi untuk memperlambat perkembangan kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Bisakah Kanker Paru Stadium 4 Dicegah?

Meski tidak dapat 100% dicegah, risikonya bisa ditekan dengan:

  • Menghindari asap rokok
  • Mengurangi paparan polusi
  • Menjaga pola hidup sehat
  • Pemeriksaan kesehatan rutin

Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang pasien mendapatkan hasil perawatan yang lebih baik.

Kabaribu Raisa meninggal dunia akibat kanker paru stadium 4 ini menjadi pengingat bahwa penyakit ini sangat agresif dan membutuhkan penanganan intensif sejak dini.

Dengan mengenali gejala dan faktor risiko kanker paru di atas, masyarakat dapat lebih waspada terhadap kesehatan paru-paru.

Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.

Baca Lebih Lanjut
Kegigihan Lita Berjuang Melawan Kanker Payudara Stadium IIIB
Detik
Ahli kemukakan hiking bisa picu hipertensi paru bagi pasien berisiko
Antaranews
Apa Itu Ripper dalam Dunia Jual Beli Online?
Kabar Harian
Bocah Alvaro yang Hilang 8 Bulan di Jaksel Ditemukan Meninggal Dunia
Detik
Tabiat Sari Mulyani Aniaya Anak Tiri Usia 4 Tahun hingga Meninggal, Tetangga Beri Kesaksian
Khistian Tauqid
Dokter sarankan lakukan pemeriksaan hipertensi paru bila bergejala
Antaranews
Update Kasus Penganiayaan Bocah Garut, Ibu Tiri Ditetapkan Sebagai Tersangka
Mutiara Suci Erlanti
Dua Hari Hilang, Seorang Lansia di Bireuen Ditemukan Meninggal Dunia
Eddy Fitriadi
Ini rangkaian kekerasan yang dialami Alvaro sebelum tewas
Antaranews
Kemenkes fokus benahi 4 hal respon kasus ibu hamil meninggal di Papua
Antaranews