Ringkasan Berita:
- Pelaku dan Korban Berpacaran: Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Rosita Istianingrum, yakni LB (54), memiliki hubungan asmara dengan korban.
- Pelaku Nyaris Bunuh Diri: Usai membunuh korban di rumah kontrakan Mejing Wetan, Sleman, LB melarikan diri ke Magelang dan ditemukan dalam kondisi lemah
- Motif Masih Diselidiki: Polisi menegaskan motif pembunuhan masih dalam penyelidikan. Tidak ditemukan tanda-tanda perampokan, dan pelaku kini dirawat di rumah sakit.
TRIBUNBATAM.id, SLEMAN - Usai menangkap LB (54) pelaku pembunuhan mama muda bernama Rosita Istianingrum, akhirnya polisi membeberkan sosok pelaku.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan mengatakan antara LB dan korban Rosita Istianingrum memang mempungai hubngan dekat.
Bahkan Hubungan itu bisa disebut sebagai pacar.
Namun sejauh ini, Polisi belum bisa membeberkan motif pelaku hingga tega menggorok orang yang dicintainya tersebut.
Sebab kondisi pelaku masih belum stabil setelah menegak cairan obat nyamuk.
"Ini masih didalami, tapi yang pasti pelaku ada hubungan dekat dengan korban. Ada hubungan dekat dengan korban, ya pacar lah," lanjutnya.
Warga Padukuhan Mejing Wetan, Kelurahan Ambarketawang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digegerkan dengan penemuan jasad wanita berinisial RI (40) pada Selasa (4/11/2025) pagi.
Kondisi jasad tergeletak di dalam kamar dengan luka sayatan di leher.
Selain itu, ditemukan dua pisau di rumah kontrakan korban.
Jasad pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART) korban.
Selama ini korban tinggal di rumah kontrakan bersama anaknya yang masih SD serta ART.
Jarak rumah kontrakan korban ke pusat kota Yogyakarta sekitar sembilan kilometer atau menempuh perjalanan sekitar 20 menit.
Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pembunuhan ditangkap di Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Pelaku berinisial LB (54) diduga kenal dekat dengan korban bahkan mereka berpacaran.
LB yang berasal dari Bantul, DIY ditangkap dalam kondisi tak berdaya setelah meminum obat nyamuk cair.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyatakan pelaku hendak akhiri hidup setelah membunuh RI.
"Pada saat ditemukan kondisi pelaku diprediksi telah meminum Baygon. Sehingga dengan pertimbangan kemanusiaan, petugas membawa dahulu yang bersangkutan ke rumah sakit untuk diobati," tuturnya.
Kondisi pelaku berangsur membaik dan telah dipindahkan ke Mapolresta Sleman.
Motif dan kronologi pembunuhan masih diselidiki.
"Ini masih didalami, tapi yang pasti pelaku ada hubungan dekat dengan korban. Ada hubungan dekat dengan korban, ya pacar lah," lanjutnya.
Sebelumnya, Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, menjelaskan ART sempat mengantar sekolah anak korban.
ART kemudian curiga melihat pintu rumah tertutup dan menemukan bercak darah di dapur.
Setelah ditelusuri, ART menemukan jasad korban di kamar dan langsung melapor ke tetangga.
“Korban ditemukan dalam posisi telentang, lehernya terdapat luka sayatan,” katanya.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap kasus pembunuhan berlangsung cepat.
ART keluar rumah untuk mengantar anak korban sekitar pukul 06.45 WIB.
Sepulang dari sekolah anak korban, ART menemukan jasad korban sekitar pukul 07.15 WIB.
“Durasinya sekitar 30 menit,” katanya, dikutip dari TribunJogja.com.
Sejumlah saksi mulai teman hingga tetangga korban diperiksa sebagai saksi.
Penyidik menyatakan tak ada kasus perampokan karena tak ada barang korban yang hilang.
"Motifnya sampai sekarang masih didalami dari polsek Gamping maupun Polresta Sleman. (Soal indikasi pembunuhan terencana) belum ada."
"Nanti masih didalami motifnya ya. Kami masih akan melakukan pemeriksaan pemeriksaan kepada saksi dan juga hasil olah TKP ini akan kami rapatkan dengan Polda maupun Polresta," pungkasnya.