Ringkasan Berita:1.Nopek Novian pun menanyakan harga paling tinggi yang ditawarkan oleh mereka yang ingin membeli batu Ponari.
 
2.Ponari pun mengatakan kalau batu petirnya sempat ditawar dengan harga Rp 1 miliar.
 
3.Menurut pemahaman mereka, jika batu itu dipakai untuk menutup semburan lumpur Lapindo, Ponari bisa meninggal dunia.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Ponari? dulu ia terkenal sebagai dukun cilik.

Ia viral dengan batu ajaibnya yang bisa menyembuhkan bermacam penyakit.

Dulu banyak yang berbondong untuk mendapatkan khasiat batu ponari tersebut.

HIngga akhirnya Ponari menjadi kaya mendadak, bahkan sampai terkenal.

Setelah itu tak terdengar lagi kabar Ponari dan batu antiknya tersebut.

Kabarnya batu ajaib tersebut pernah ditawar dengan harga yang fantatis, namun tak dijualnya.

Dukun cilik Ponari kembali muncul menceritakan soal batu petirnya yang diklaim bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Dukun atau Orang Pintar adalah istilah yang secara umum dipahami dalam pengertian orang yang memiliki kelebihan dalam hal kemampuan supranatural yang menyebabkannya dapat memahami hal tidak kasat mata serta mampu berkomunikasi dengan arwah dan alam gaib, yang dipergunakan untuk membantu menyelesaikan masalah di masyarakat, seperti penyakit, gangguan sihir, kehilangan barang, kesialan, dan lain-lain.

Aktivitas yang dilakukan dukun disebut perdukunan.

Ponari juga membeberkan bahwa ada yang ingin membeli batu petirnya tersebut dengan harga fantastis.

Sebagai informasi, Ponari sempat ramai diperbincangkan hingga viral di awal tahun 2000-an.

Ponari, yang dikenal sebagai “dukun cilik”, mendadak menjadi sorotan publik setelah menemukan sebuah batu yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Belasan tahun berlalu, kehidupan Ponari kini terlihat sangat berbeda dari masa kejayaannya.

Namanya sempat menghebohkan publik pada tahun 2009.

Bagaimana tidak? Laki-laki asal Jombang, Jawa Timur ini tiba-tiba menjadi terkenal karena dikatakan memiliki kesaktian untuk menyembuhkan penyakit.

Saat itu, batu ajaib yang dimilikinya dipercaya mujarab oleh banyak orang.

Ponari mengaku awalnya merasa terkejut karena banyak orang berdatangan kepadanya. Bahkan, tidak hanya dari kota-kota di Indonesia, tapi juga dari luar negeri.

"Yah kaget ya berobat paling jauh dari Singapura, Merauke seluruh Indonesia," ujarnya.

Pada puncak popularitasnya, Ponari merasakan betapa menyenangkannya dijuluki dukun.

Ia pun mengaku penghasilannya bisa mencapai lebih dari 100 juta rupiah dalam sehari.

Namun, kesuksesan Ponari sebagai dukun tidak bertahan lama. Mulai tahun 2011, popularitasnya perlahan meredup. "2011 mulai sepi," kata Ponari.

Setelah itu, kehidupan Ponari berubah drastis.

Ia sempat bekerja di pabrik, dan penghasilannya pun jauh menurun dibandingkan masa kejayaannya.

"Kerja di tripek dibayar Rp 23 ribu. Kerja borongan, 3 hari dapat sekitar 300 ribuan," ujarnya.

Batu petir Ponari mau dibeli

Lama tak terdengar kabarnya, Ponari kini muncul di kanal YouTube Nopek Novian.

Nopek Novian mendatangi kediaman Ponari.

Penampilan Ponari sudah jauh berbeda dengan saat pertama kemunculannya dulu.

Dalam podcast tersebut, Nopek Novian banyak menanyakan pada Ponari soal keviralannya dulu.

Ponari pun menceritakan bagaimana ia viral hingga dijuluki sebagai dukun cilik.

Tampak malu-malu, Ponari terbata-bata menceritakannya.

Ia juga lebih banyak berbicara bahasa Jawa.

Namun dalam sebuah obrolan, Ponari menceritakan nasib batu petirnya yang diklaim bisa menyembuhkan sakit ini.

Nopek Novian awalnya menanyakan dimana batu petir tersebut berada.

Ponari mengatakan bahwa batu petirnya yang viral masih ada dan disimpan sampai saat ini.

“Masih ada dan saya simpan,” ujar Ponari.

Pria asal Jombang ini menuturkan bahwa banyak yang ingin membeli batunya.

Berbagai penawaran menggiurkan menghampirinya.

Bahkan penawaran datang dari Malaysia hingga Singapura.

Nopek Novian pun menanyakan harga paling tinggi yang ditawarkan oleh mereka yang ingin membeli batu Ponari.

“Ada gak yang nawar dengan harga tertinggi sampai tak masuk akal?” tanya Nopek Novian.

Ponari pun mengatakan kalau batu petirnya sempat ditawar dengan harga Rp 1 miliar.

Batu petir tersebut ditawar untuk menutup semburan lumpur Lapindo.

"Batu itu mau ditawar untuk nutup (semburan lumpur) Lapindo?" tanya Nopek Novian.

"Dulu Rp 1 M (miliar)," jawab Ponari.

Nopek Novian pun terkejut.

"Ditawar Rp 1 M?" sahut Nopek Novian tak percaya.

Ponari memiliki feeling kalau batu tersebut bisa untuk menutup semburan lumpur Lapindo.

Namun ia akhirnya menolak tawaran Rp 1 miliar itu.

Selain karena masih banyak yang membutuhkan batu tersebut untuk pengobatan, keluarga juga tak mengizinkan.

Menurut pemahaman mereka, jika batu itu dipakai untuk menutup semburan lumpur Lapindo, Ponari bisa meninggal dunia.

Dalam podcast tersebut, Ponari mengungkap keinginan untuk kelanjutan karirnya.

Ponari ingin menjadi YouTuber hingga menggeluti stand up comedy.

(TribunNewsmaker/Ninda)

Baca Lebih Lanjut
Acha Septriasa Bongkar Alasan Cerai dengan Vicky Kharisma, Ngaku Tak Pernah Ribut dengan sang Mantan Suami
Widy Hastuti Chasanah
10 Bulan Diperas hingga Rp 1,8 Miliar, Pengusaha Batik Cirebon Akhirnya Temukan Keadilan Setelah Mengadu ke Dedi Mulyadi
Faza Anjainah Ghautsy
Terungkap Alasan Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier, Bantah karena Pengkhianatan
Ines Noviadzani
Elliott Jarang Main Gegara Villa Tak Mau Tebus dari Liverpool?
Detik
Marak Pencurian Meteran Air di Kalsel, Terungkap Nilai Kuningan Cuma Rp 21 Ribu
Irfani Rahman
Terungkap Lewat Studi, Alasan 'Alumni' COVID Berisiko Kena Serangan Jantung-Stroke
Detik
Kocak! Rey Mbayang Ngebet Mau Beli Ghost Detector, Dinda Hauw Panik
Devi Agustiana
Kronologi Fuji Diduga Ditipu Admin, Awalnya Curiga Bukti Transfer Endorse Tak Sesuai Rate Card
Ulfa Lutfia Hidayati
10 Hari Penuh Misteri, Siswi Asal Gebang Cirebon Akhirnya Pulang, Sempat Kerja di Toko Kosmetik
Dwi Yansetyo Nugroho
Tak Ingin Satu Hal saat Pernikahan Alyssa Daguise Terulang, Maia Estianty Wanti-wanti Syifa Hadju
Achmad Maudhody