TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sebuah rumah di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi sorotan publik setelah dibongkar oleh orang tak dikenal.
Peristiwa itu viral di media sosial usai diunggah ke akun TikTok @TerangJayaListrikKudus.
Dalam video yang diunggah, terlihat kondisi rumah sudah rusak parah dengan pintu, kusen, dan bagian atap yang hilang.
Unggahan tersebut disertai keterangan, “Pencurian rumah kosong, semua pintu kusen dan atap diambil.”
Hingga Selasa (21/10/2025) siang, video itu telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali, mendapat 35,9 ribu tanda suka, dan menimbulkan 1.874 komentar dari warganet.
Dalam rekaman video, terdengar percakapan antara seorang perempuan dan pria yang mengenakan topi di lokasi kejadian.
Perempuan tersebut menanyakan alasan rumah dibongkar, sementara pria itu mengaku hanya menjalankan perintah.
“Ini kenapa rumahe orang dibongkari seperti ini, siapa yang nyuruh” kata seorang perempuan dalam unggahan tersebut.
“Saya diperintah saya,” seorang pria bertopi dalam video tersebut menimpali.
“Sama siapa?” tanya perempuan tersebut.
“Pak Ceblong,” jawab pria bertopi.
Berdasarkan pengakuan dalam video, pembongkaran dilakukan atas perintah seseorang bernama Pak Ceblong, warga RT 6 RW 2, Desa Singocandi.
Mendapati hal tersebut, sang perempuan pun meminta untuk diantarkan ke rumah Pak Ceblong tersebut.
Pantauan di lokasi Selasa 21 Oktober 2025, rumah tersebut berada di RT 1 RW 4 Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.
Rumah yang menghadap ke arah selatan tersebut berada di jalan penghubung Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Jepara.
Halaman rumah tersebut cukup luas.
Ditumbuhi rerumputan yang tidak terawat. Sementara ketika masuk di dalam rumah, memang kondisinya sudah kosong melompong.
Seluruh kosen pintu dan jendela sudah raib terbongkar.
Genting pun nyaris tidak ada sisa.
Di rumah tersebut hanya tersisa tembok yang masih berdiri dan sejumlah kayu rangka atap yang terserak di bawah.
Di rumah tersebut tidak ada aktivitas.
Pagar depan rumah tertutup oleh tangga kayu.
Salah seorang warga sekitar Haji Maskuri mengatakan, rumah tersebut kosong sudah cukup lama.
Rumah tersebut juga berganti-ganti kepemilikan.
“Kosong sudah sangat lama.
Terakhir, setahu Maskuri, rumah tersebut dimiliki oleh seorang warga yang sehari-hari tinggal di Kecamatan Kota Kudus.
Pemiliknya pun sangat jarang menyambangi rumah tersebut.
Saat datang sejumlah orang dan melakukan pembongkaran, Maskuri mengira mereka adalah pekerja yang disuruh oleh pemilik rumah.
“Pertama yang dibongkar itu kanopi, terus kosen sepanjang rumah dibongkar sampai belakang,” katanya.
Material hasil bongkaran tersebut pun dimuat ke dalam truk.
Maskuri tidak tahu persis berapa kali truk mengangkut material bongkaran tersebut.
“Perkiraan yang membongkar lima orang, saya tidak sempat mengurusi itu,” katanya.
Pembongkaran berhenti setelah pemilik rumah datang pada Minggu 19 Oktober 2025.
Sementara rumah dalam keadaan kosong.
Atap sudah hilang. Kanopi raib. Jendela, pintu, dan kosennya pun sudah tidak menempel pada tembok.
Hanya tersisa material kayu bekas atap yang terserak.
Menanggapi hal tersebut Kapolsek Kaliwungu Kudus AKP Deni Dwi Noviandi belum bisa memberikan keterangan.
Pihaknya masih berusaha menghubungi pemilik rumah untuk mengumpulkan keterangan berkaitan dengan peristiwa tersebut. (goz)