Korban meninggal dunia kapal Federal II di PT ASL Shipyard Indonesia, Batam pada Rabu (15/10/2025) bertambah dua orang.
Dua korban meninggal dunia itu atas nama Edison Baktiar Napitupulu dan Imam.
Mereka sebelumnya mendapat perawatan medis di RS Mutiara Aini, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji bersama lima orang yang mengalami luka berat.
Dengan penambahan ini, total 13 korban meninggal dunia dalam insiden yang sebelumnya pernah terjadi pada 24 Juli 2025 itu.
"Untuk Pak Edison meninggal pukul 23.17 WIB, sedangkan Pak Imam pukul 04.25 WIB," ungkap Direktur RS Mutiara AIni, dr. Hj. Elvi Sukma, Senin (20/10/2025).
Ia menjelaskan jika tim medis telah melakukan penanganan maksimal terhadap seluruh pasien.
Namun kondisi luka bakar yang dialami keduanya cukup berat, Edison mengalami luka bakar grade 2A-3.
"Pak Edison luka bakar presentase lukanya hingga 86 persen, disertai penurunan kesadaran karena trauma inhalasi. Dari penanganan hingga meninggal dunia kondisi itu kritis," tambahnya.
Sedangkan Imam mengalami luka robek di kepala, pembengkakan, serta penurunan saturasi dan hemodinamik.
"Untuk yang Imam sempat membaik, namun kembali drop. Luka bakar 23 persen dan mengalami trauma inhalasi," ungkapnya.
Kedua jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara.
Sementara satu pasien atas nama Midun masih dirawat di ICU, namun kondisinya mulai membaik dengan luka 20 persen.
"Pak Midun sudah sadar, stabil masih di ICU, dan rencana akan dipindahkan ke ruang rawat inap," jelasnya.
Lalu, dari enam pasien rawat inap lainnya, hanya satu orang yang belum dipulangkan karena masih menjalani perawatan luka bakar ringan sekitar lima persen.
Sebagai informasi, RS Mutiara Aini sebelumnya menangani 15 pekerja dalam insiden kapal Federal II di PT ASL Shipyard Batam.
Sebanyak empat orang meninggal dunia pada Rabu (15/10).
Kamis, (16/10/2025), Roni Andries Harefa meninggal dunia.
Ia sebelumnya mengalami luka bakar 53 persen.
Dari 15 korban kapal Federal II di PT ASL Batam di RS Mutiara Aini, 7 di antaranya meninggal dunia.
Lima pekerja telah dipulangkan, serta 3 masih berada di RS Mutiara Aini yakni Midun, Erwin dan Arafi.
"Atas nama Arafi Husein masih di rawat inap, luka bakar 5 persen," terangnya.