TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah kunci jawaban Latihan Pemahaman dan Cerita Reflektif Materi 10 Experiential Learning Dalam Praktik Pembelajaran Modul PSE Topik 3 PPG 2025 Tahap 3
Terdapat pertanyaan pada Latihan Pemahaman dan Cerita Reflektif Modul Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) Topik 3 Experiential Learning Materi 10 Experiential Learning Dalam Praktik Pembelajaran di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Kunci jawaban ditujukan bagi bapak/ibu guru yang menjadi peserta program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 Tahap 3.
Bagi bapak/ibu guru peserta yang kesulitan mengerjakan tersebut, dapat menggunakan kunci jawaban di bawah ini sebagai referensi.
Berikut kunci jawaban Modul PSE Topik 3 Experiential Learning Materi 10 Experiential Learning Dalam Praktik Pembelajaran di Ruang GTK dalam PPG 2025:
Soal 1 dari 1
Untuk dapat membantu siswa dalam mengenali gaya belajarnya, guru dapat melakukan observasi dan pencatatan perilaku. Tahapan observasi dan pencatatan perilaku yang dapat dilakukan guru adalah...
Jawaban: Menentukan alat yang dipergunakan untuk pengamatan
Untuk mempertajam pemahaman Anda mengenai experiential learning, Anda memerlukan orang lain yang dapat menjadi inspirasi. Apakah masih ada hal yang perlu Anda pahami atau ketahui lebih lanjut? Ayo dikusikan bersama dengan rekan guru lain atau narasumber lain!
Contoh 1 Jawaban:
Dalam memahami dan menerapkan experiential learning secara lebih mendalam, saya menyadari bahwa saya tidak bisa berjalan sendiri. Inspirasi dan wawasan dari orang lain, balk sesama guru, narasumber, maupun praktisi pendidikan, sangat saya perlukan.
Ada banyak hal yang masih ingin saya ketahui, seperti bagaimana merancang pengalaman belajar yang benar-benar bermakna bagi murid, serta bagaimana mengevaluasinya secara efektif.
Untuk itu, saya terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan rekan guru lainnya. Melalui berbagi pengalaman dan praktik baik, saya yakin pemahaman saya terhadap experiential learning akan semakin tajam dan aplikatif di kelas.
Contoh 2 Jawaban:
Saat pertama kali mengenal konsep experiential learning dari David Kolb, saya merasa tertarik namun juga sadar bahwa pemahaman saya masih terbatas. Saya memahami bahwa pembelajaran berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi peserta didik karena menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara langsung.
Meski demikian masih ada hal yang perlu saya pahami atau ketahui lebih lanjut selain diskusi dengan rekan sejawat saya juga mengikuti webinar yang menghadirkan narasumber praktisi pendidikan dari luar sekolah, yang berbagi praktik baik penggunaan experiential learning di sekolah-sekolah berbasis projek.
Dari situ saya belajar bahwa kunci keberhasilannya bukan pada kompleksitas kegiatan, tapi pada bagaimana guru mendesain pengalaman itu menjadi proses refleksi yang bermakna bagi siswa.
Saya pun terdorong untuk lebih berani mencoba pendekatan ini, dan membuka ruang kolaborasi antar guru untuk merancang pembelajaran yang lebih hidup dan kontekstual.
*)Disclaimer: Contoh jawaban ini hanya sebagai referensi bagi guru yang mengikuti PPG 2025 untuk mengerjakan di Ruang GTK.