TRIBUNMANDO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul Sabar, Ampuni dan Kasihi Sesama
Sebagai orang Kristen kita patut bersyukur memiliki Allah Bapa yang maha pengasih, penyayang, panjang sabar berlimpah kasih setia.
Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita, rela menyerahkan diri-Nya sepenuhnya, tersiksa untuk menebus dosa kita, agar kita selamat dan menikmati segala kasih karunia-Nya.
Hebatnya lagi, kita menyapa Tuhan kita sebagai Bapa.
Hubungan kita dengan Sang Khalik, Pencipta dan Pemilik kehidupan kita, seperti seorang ayah dengan anak. Begitu dekatnya. Kitapun menjadi orang-orang pilihan dan anak-anak kesayangan-Nya.
Kita Dikuduskan dan sangat dikasihi-Nya. Dia berjanji tak akan pernah meninggalkan kita, sebab Roh Kudus terus berdiam dalam hati batin dan hidup kita.
Sungguh tak terkira kasih Kristus bagi kita. Melebihi apa yang kita harapkan dan bayangkan dalam hidup ini.
Kita dibuat-Nya tersanjung bahkan mendapatkan kemuliaan karena kasih-Nya yang tiada terbatas dan tiada berkesudahan, bahkan sempurna untuk kita.
Karena kita telah dikasihi Allah sedemikian ajaib, dahsyat dan luar biasa, maka sebagai umat-Nya, kita harus hidup berdampingan dengan sesama, rukun, damai, saling mengasihi, saling menolong bahkan rela berkorban untuk sesama kita.
Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengasihi sesama kita.
Rasul Paulus dalam surat penggembalaannya kepada jemaat di Kolose mengingatkan mereka agar melaksanakan segala perintah Tuhan dengan hidup peduli kepada sesama.
Jika sesama kita menyakiti kita, maka kita harus mengampuni mereka.
Kita harus sabar menghadapi segala tekanan dan serangan dari sesama.
Kita harus tetap mengasihi mereka dengan hati yang tulus. Tidak boleh mendendam, tapi harus senantiasa sabar dan sedia mengampuni serta terus mengasihi mereka dengan kasih sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.
Nasihat Paulus adalah, semua orang percaya harus senantiasa mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran yang sungguh dan tulus, tanpa keluh kesah, apalagi kesal dan marah.
Apapun yang diperbuat sesama, kita harus rela mengampuni tanpa paksaan.
Sabarlah seorang akan yang lain.
Jika ada yang menjahati atau menyakiti kita, jangan membalas dengan kejahatan. Karena pembalasan adalah hak Tuhan. Bukan hak kita.
Demikianlah kehidupan orang Kristen.
Sebab orang Kristen tidak hidup untuk dirinya sendiri, tapi hidup bersama untuk bersama hidup menjadi satu persekutuan yang tumbuh bersama di dalam Tuhan, di mana hidup kita harus menjadi berkat bagi sesama, dan menjadi hormat dan kemuliaan Tuhan.
Sebab, Tuhan sudah menjamin kehidupan kita baik di bumi maupun dalam kekekalan, kita terus hidup menjadi berkat bagi sesama, mengasihi dan peduli dengan mereka, sebab itulah yang menyenangkan hati Tuhan.
Kita harus mengikuti pengajaran dan keteladanan Kristus yang rela menyerahkan segalanya untuk kebaikan manusia.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (ay 12-13)
Sahabat Kristus, jadilah anak Tuhan yang terus peduli dan mengasihi sesama, seperti yang Kristus ajarkan dan contohkan bagi kita.
Jangan membalas yang jahat dengan jahat.
Ampunilah, dan kasihilah sesamamu, apapun kesalahan dan kelemahannya kepada kita.
Jangan mendendam, dengan cara apapun dan dengan alasan apapun juga.
Tapi sabarlah dan ampunilah sesama.
Kasihi dan relalah berkorban untuk kebaikan sesama. Itu memiutangi Tuhan.
Maka Tuhan akan membalasnya dengan limpahan berkat, kasih karunia yang tak terjangkau akal kepikiran. Pasti ajaib dan nyata, karena kasih-Nya tak terbatas bagi kita yang mengasihi Dia. Amin