TRIBUNBATAM.id, BATAM - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Sondang Br Hutapea (40), korban kecelakaan maut di Batam pada Selasa (19/8/2025) sekira pukul 05.00 WIB. Kecelakaan tragis itu merenggut nyawa seorang ibu, sekaligus meninggalkan luka batin yang mendalam bagi putrinya yang baru berusia tujuh tahun.
Anak semata wayang Sondang, yang baru sebulan lalu merayakan ulang tahun ke-7 dan kini duduk di kelas 1 SD, harus menjalani kehidupan tanpa belaian kasih sayang seorang ibu.
Kini, ia hanya akan tumbuh bersama sang ayah yang harus merangkap peran sebagai orang tua tunggal.
“Kiranya Tuhan memberi kekuatan, ketabahan, dan penghiburan bagi seluruh keluarga. Apalagi almarhum meninggalkan seorang putri kecil yang masih sangat membutuhkan kasih sayang ibunya,” ungkap seorang kerabat, Rabu (20/8/2025).
Sondang, yang akrab disapa Mama Dear oleh rekan dan keluarganya, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil sport Nissan GT-R berwarna hitam BP 77 KV. Saat itu, ia baru saja pulang kerja dari shift malam di PT JMS Batam.
Rekan-rekan kerjanya sangat terpukul mendengar kabar duka tersebut. Dari video yang beredar, sejumlah karyawan mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sondang dan menyampaikan belasungkawa bagi keluarganya.
“Mama Dear orangnya pendiam, baik hati, dan pekerja keras. Kami semua kehilangan,” ujar salah seorang rekan kerja.
Lebih dari sekadar kehilangan seorang karyawan, peristiwa ini meninggalkan duka paling dalam bagi seorang anak kecil yang baru saja memulai tahun ajaran baru. Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa, permainan, dan cerita bersama sang ibu, kini ia harus belajar menata hidup hanya dengan sosok ayah.
Ucapan belasungkawa pun membanjiri media sosial. Banyak kerabat dan teman mengungkapkan rasa kehilangan sekaligus doa agar putri kecil Sondang diberi kekuatan menjalani hari-harinya.
Sementara itu, pengemudi mobil Nissan GT-R yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut diketahui bernama Brandon (19), seorang mahasiswa. Kasus ini masih dalam penyelidikan Gakkum Satlantas Polresta Barelang. Hingga kini, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum pengemudi mobil mewah tersebut.
Keluarga berharap, proses hukum berjalan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Mereka ingin keadilan ditegakkan, bukan hanya untuk almarhumah, tetapi juga demi masa depan anak kecil yang kini kehilangan ibunya.
Jenazah Sondang rencananya dimakamkan di kampung halamannya, Belawan, Medan, hari ini. Kepergiannya meninggalkan kenangan indah, sekaligus tangis panjang seorang anak kecil yang baru saja ditinggalkan ibu tercintanya untuk selamanya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)