Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Di rumahnya yang sederhana di Dusun Tunggul, Desa Jarum, Klaten, Jawa Tengah, Yusup Kristiyanto (37) mendesain logo Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah.
Logo hasil karya Yusup itu pun dimenangkan oleh juri.
Padahal, Yusup mendesain logo itu dengan fasilitas ala kadarnya.
Di rumahnya yang berdinding batako dan belum diplester, Yusup memperlihatkan laptop bekas untuk mendesain logo.
Bahkan pintu rumah Yusup masih berupa triplek, pun demikian meja dan kursi yang dipakai untuk mendesain.
Jauh dari kesan mewah atau set kerja ala-ala desainer kelas atas.
Rumah Yusup sendiri bisa dibilang jauh dari pusat Kota Klaten, alias berjarak 17 kilometer.
Meski demikian, dari rumah yang sederhana, teduh, dan jauh dari keramaian inilah logo Hari Jadi ke-80 Jateng tercipta.
Makna Logo HUT Jateng yang Dibuat Yusup
Desain yang Yusup buat merupakan siluet burung Kepodang Emas.
Dia mengungkapkan, alasan memilih fauna tersebut sebagai dasar dari logo karena merupakan burung yang identik dengan Jawa Tengah.
"Intinya, (gambar) Kepodang Emas yang meloloh anaknya seperti itu itu," kata Yusup saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (16/8/2025).
Menurut Yusup, hal ini sesuai dengan visi-misi dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin yakni ngopeni-ngelakoni Jawa Tengah.
"Makna kata meloloh, mengacu pada proses memberi makan pada anaknya. Artinya itu Ngopeni supaya bisa bertumbuh," ujar Yusup.
"Burung Kepodang Emas juga dikenal dengan keindahan bulunya dan perilaku baik suka membersihkan diri (mglakoni) dengan merasakan kehidupan nyata, menghilangkan berbagai keburukan supaya bisa mapan,” ucap dia.
Yusup butuh waktu kurang lebih dua minggu untuk membuat desain logo ini.
Berbekal laptop seken seharga Rp800 ribu yang ia punya, tak membuatnya minder dalam membuat desain.
Yusup sendiri mengaku telah beberapa kali mengikuti lomba membuat desain.
"Jadi banyak banget (ikut lomba desain) sering kalah, hanya inilah yang diketahui menang gitu," ujar pria lulusan SMK jurusan akuntansi ini.
Hal tersebut ia lakukan, untuk menyalurkan ide gagasan miliknya, terlabih dirinya memang jobi menggambar.
Alasan Logo HUT Jateng Ciptaan Yusup Menang
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi menjelaskan terdapat 632 peserta yang mengirimkan karya logo.
“Semua karya peserta sangat bagus. Sehingga dilakukan seleksi secara obyektif dan profesional,” kata Agung.
Menurutnya, logo yang terpilih dan ditampilkan bukan hanya sebagai angka, tetapi memiliki filosofi dan harapan bersama untuk Jawa Tengah ke depan.
Burung Kepodang Emas dianggap sebagai representasi kearifan lokal Jawa Tengah.
Logo ini dominan dengan warna kuning keemasan yang melalambangkan kejayaan, kemakmuran, dan keberlanjutan.
Menurut Pemprov Jateng, logo Yusup sudah menggambarkan secara garis besar perayaan HUT Jawa Tengah tahun 2025, yaitu "Mapan dan Tumbuh."
“Tentu makna dan filosofi logo seiring dengan visi misi Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah, serta tema Mapan dan Bertumbuh,” pungkas Agung.
(*)