BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyelidikan terhadap kasus kebakaran yang terjadi di Gedung Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin masih bergulir. Hari ini Jumat (1/8/2025), sedikitnya ada sembilan saksi yang telah diperiksa pihak kepolisian.
Para saksi itu seluruhnya berasal dari unsur pegawai keamanan kampus. Di antaranya yakni petugas yang pertama kali melihat titik api hingga yang berusaha memadamkan kobaran api dengan alat pemadam ringan (APAR).
“Total sudah sembilan saksi yang kami periksa. Mereka terdiri dari petugas keamanan kampus yang mengetahui langsung peristiwa awal kebakaran,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa, mewakili Kapolresta Kombes Cuncun Kurniadi, Jumat sore.
Ia menegaskan bahwa hingga kini, Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri belum termasuk dalam daftar saksi yang dimintai keterangan.
Pemeriksaan para saksi ini dilakukan beriringan dengan proses identifikasi serta pengumpulan barang bukti yang dilakukan oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Surabaya. Tim Puspabfor sendiri diketahui telah berada di lokasi sejak Kamis (31/7/2025).
“Beberapa barang bukti sudah diamankan dan langsung dibawa ke Surabaya untuk dianalisis lebih lanjut. Kami perkirakan hasilnya bisa keluar dalam waktu satu minggu,” terang Eru.
Salah satu barang bukti yang turut diamankan adalah Digital Video Recorder (DVR) CCTV yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Namun demikian, perangkat tersebut tetap dibawa untuk dianalisis guna mencari kemungkinan data yang masih bisa diselamatkan.
“Walaupun DVR-nya rusak, tetap kami bawa untuk diperiksa secara forensik,” tambahnya.
Eru tak menampik selama penyelidikan masih berjalan, akan ada tambahan saksi.
“Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Kami berharap dapat segera terungkap dalam waktu dekat,” pungkas Eru.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)