TRIBUNNEWS.COM - Cedera serius yang dialami Jamal Musiala di pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 mendapat penanganan langsung dan cepat oleh Bayern Munchen.
Pada Sabtu (6/7) malam waktu setempat, Jamal Musiala dibawa ke salah satu tempat medis di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat untuk menjalani rontgen.
Hasilnya mengejutkan, Jamal Musiala mengalami tulang fibula (kiri) patah dan beberapa ligamen rusak.
Keesokan harinya, pada Minggu (6/7/) pagi waktu Amerika Serikat, Jamal Musiala langsung diterbangkan ke Jerman.
Tak tanggung-tanggung, Bayern Munchen menyewa transport medis udara untuk membawa pulang permata Jerman itu untuk menjalani operasi di Murnau, Bayern, Jerman.
Di balik proses tersebut, perlu diketahui bagaimana tim medis Bayern Munchen memperlakukan Jamal Musiala.
Saat Musiala ditandu ke terowongan bawah stadion pada hari pertandingan, ia didampingi oleh dokter tim Bayern Munchen, Dr. Jochen Hanhe.
Jochen adalah dokter olahraga spesialis ortopedi dan bedah trauma. Ia juga bertugas di timnas Jerman, menurut laporan BILD.
Selama mendampingi Musiala, Hahne membelai kepala Musiala, menawarkan kenyamanan kepadanya,dan memberi isyarat karena ia menderita sakit parah dan akan ditangani oleh orang yang tepat.
Pada Minggu pagi, Musiala terbang ke Munchen, terpisah dengan rekan setimnya. Sore harinya, tim Bavaria merilis soal hasil pemeriksaan cedera Musiala.
Selama penerbangan, kaki kirinya dengan kondisi tulang betis yang patah dan ligament yang rusak dipasangi belat.
Musiala juga diberikan obat pereda nyeri.
Bayern Munchen bukannya enggan memberikan penanganan cedera Musiala di Amerika Serikat agar lebih cepat saat mendapat penanganan.
Namun mereka memanfaatkan jaringan dokter terbaik yang dimiliki di Munich.
Dokter tim Hahne adalah orang pertama yang dihubungi ketika Manuel Neuer mengalami patah tulang tibia dan fibula yang para setelah kecelakaan ski pada Desember 2022.
Neuer menjalani operasi di klinik trauma Murnau.
Saat ini, Jamal Musiala didampingi oleh keluarganya. Termasuk sang ibu, Carolin yang mengantarkan pemain berusia 22 tahun itu latihan selama bertahun-tahun, termasuk saat mengalami cedera hamstring di paha kirinya pada 4 April di Augsburg.
Cedera itu yang membuatnya menepi selama 3 bulan sebelum akhirnya tampil penuh di laga melawan PSG kemarin.
Jamal Musiala juga didampingi oleh adik-adiknya di mana peran keluarga akan sangat berarti bagi mentalnya.
Setelah menjalani operasi dan tindakan medis, Jamal Musiala akan dibawa ke tempat rehabilitasi klub di Sabener Strasse.
Perawatan yang akan dijalani Jamal Musiala meliputi drainase limfatik dengan fisioterapi.
Kemudian dengan mobilisasi awal kaki, dan setelah beberapa pekan, ia akan diupayakan untuk berjalan, termasuk di atas treadmill AlterG dengan gravitas yang dikurangi.
Tujuannya untuk mengurangi ketegangan pada kaki yang cedera.
Jamal Musiala diperkirakan akan menghabiskan waktu 4-5 bulan untuk masa rehabilitasi. Dan pada bulan berikutnya adaptasi untuk bisa dimainkan.
Ia akan menyelesaikan Sebagian masa rehabilitasinya Bersama Alphonso Davis, bek kiri Bayern Munchen yang mengalami cedera ligament cruciatum yang robek dan tulang rawannya rusak di lutut kananya.
Davies setidaknya harus menjalani rehabilitasi hingga November mendatang.
(Sina)