TRIBUNJATIM.COM - Kisah seorang remaja laki-laki jualan pempek sepulang sekolah viral setelah dibagikan akun IG @donnyra.

Setiap hari sepulang sekolah maupun setelah mengerjakan tugas kelompok, ia rela keliling menjajakan dagangannya.

Aksi bocah penjual pempek berseragam sekolah pramuka tersebut menuai pujian netizen setelah tahu motivasinya.

Dalam video tersebut, awalnya memperlihatkan remaja laki-laki tengah menawarkan dagangannya.

Masih mengenakan seragam pramuka lengkap menggendong tasnya, ia berjalan menghampiri calon pembeli.

Saat ditanya perekam, ternyata ia menjual pempek buatan ibunya.

Salut dengan perjuangan remaja tersebut, akhirnya perekam sekaligus pemilik akun @donnyra tersebut mengajak makan bersama.

Sembari mengobrol, terungkap kisah perjuangan remaja tersebut.

Diketahui, remaja tersebut bernama Hafizh (14).

Ia bersekolah di SMPN 29 Bekasi.

Hafizh menjual pempek yang merupakan buatan ibunya sendiri.

Ia mengaku sudah berjualan sejak dirinya duduk di bangku kelas 1 SMP.

"Sudah (jualan) berarti 3 tahunan," ujar Hafizh, melansir Tribun Jabar, Selasa (20/5/2025).

Meski kedua orang tuanya masih ada, Hafizh mengaku memilih membantu ibunya berjualan demi membantu ekonomi keluarga.

Sosok Hafizh (14), remaja di Bekasi jualan pempek sepulang sekolah demi bantu ibunya, diunggah Instagram @donnyra, dikutip Senin (19/5/2025). Motivasinya tuai pujian dari netizen.
Sosok Hafizh (14), remaja di Bekasi jualan pempek sepulang sekolah demi bantu ibunya, diunggah Instagram @donnyra, dikutip Senin (19/5/2025). Motivasinya tuai pujian dari netizen. (Instagram/donnyra)

Ia mengaku, ayahnya bekerja serabutan.

Sedangkan ibunya berjualan pempek yang dia dagangankan.

Hafizh mengaku tidak malu membantu ibunya untuk berjualan.

Rupanya Hafizh punya motivasi yang membuatnya tidak malu.

Baginya, omongan orang lain bukan sesuatu hal yang harus dipikirkan.

Ia juga mengaku tidak capek, meski setiap pulang sekolah dirinya harus berkeliling menjajakan dagangan ibunya tersebut.

Rasa capeknya tak dia rasakan karena niat kuat membantu orang tuanya.

Terlebih, ia juga termotivasi membantu ibunya mencari nafkah karena juga untuk mendapatkan pengalaman.

Dari hasil jualannya, Hafizh bisa menabung untuk bersekolah di SMA favoritnya.

Hafizh mengaku ingin bersekolah di SMAN 8 Bekasi dan punya cita-cita mulia menjadi seorang dokter.

Hal itu berangkat dari pengalaman buruknya dengan fasilitas kesehatan saat temannya sakit.

Setelah mendengar kisah Hafizh, perekam yang diketahui influencer tersebut memberikan rezeki tak terduga.

Ia memborong semua dagangan Hafizh untuk dibagi-bagikan kepada sekitar.

Total dari pempek yang dijual Hafizh seharusnya mendapatkan Rp480 ribu.

Namun, sang influencer memberikan rezeki berlebih kepada Hafizh senilai Rp2 juta.

Sontak hal itu membuat Hafizh terkejut dan sangat berterima kasih kepada Influencer bernama Doni tersebut.

Sang influencer mengaku, rezeki tersebut adalah titipan dari dr Richard Lee.

Hafizh pun mengucapkan terima kasihnya kepada dr Richard Lee.

Remaja berusia 14 tahun ini mengaku akan menyimpan uang tersebut sebagai tabungannya untuk bersekolah di SMA kelak.

Meski sederhana, kisah Hafizh remaja jualan pempek di Bekasi ini viral dan menyita perhatian netizen.

Tak sedikit netizen memberikan pujian atas motivasi dan sikap remaja di Bekasi tersebut.

Ada juga netizen yang memberikan doa agar remaja tersebut akan sukses di masa depan.

Berikut beragam komentar netizen:

jihanmutiara.f "Kalau bantu orangtua, saya gak capek"

rina_chappell
"Di Dewasakan oleh keadaan, sukses ya dek"

rinnawidi "Hafiz kerennn anak hebat semoga jd org sukses aamiin"

suckit_stuff "Dari awal sampe akhir kata-kata bocah itu penuh makna"

arya_artamansa "Calon orang sukses ya Allah ya rabb … semoga hafiz kelak jadi dokter hebat… mudahkan ya Allah"

Sebelumnya, kisah haru anak gadis jualan kerupuk juga viral setelah dibagikan akun konten kreator @abunbarbar.

Dalam video tersebut, mulanya sang konten kreator tak sengaja bertemu bocah perempuan jualan kerupuk hingga malam hari.

Penasaran tentang bocah perempuan yang gigih jualan sejak dini, akhirnya sang konten kreator mengajaknya makan gratis bersamanya.

"Kakak mau traktir makan, mau beli (dagangan) mu semua," ucap sang konten kreator.

Sembari membawa dagangannya, tampak anak bocah perempuan yang diduga masih duduk di bangku SD tersebut masih malu-malu.

Saat ditraktir, anak tersebut mulanya menolak, ia justru meminta untuk dibungkus saja.

"Bungkus aja," ucap si anak gadis sembari malu.

Mendapati hal itu, konten kreator itu pun heran alasan anak gadis tersebut ingin membungkus makanannya.

Ternyata ia ingin membungkus makanannya karena juga ingin berbagi dengan adiknya di rumah.

Mendengar alasan tersebut, sontak sang konten kreator terenyuh dengan sikap si anak gadis.

Diketahui bocah perempuan jualan kerupuk tersebut bernama Zahra.

Usianya masih 12 tahun, namun ia sudah terbiasa giat berjualan sepulang sekolah.

Ia menjual kerupuknya seharga Rp10 ribu per bungkus.

Di saat teman-temannya bebas bermain, Zahra memilih berjualan.

Zahra mengaku, dirinya jualan kerupuk untuk membantu ibunya mencari nafkah.

"Bantu mama," ucap Zahra dengan sopan.

Diketahui, sehari-hari kedua orang tua Zahra bekerja sebagai serabutan.

"Kadang mama nyuci, gosok di rumah orang, bapak kadang jual sabun," ujarnya.

Mendengar latar belakang orang tua Zahra, konten kreator masih penasaran alasan anak SD tersebut mau jualan mencari uang.

Menurutnya, anak seusia Zahra seharusnya hanya fokus untuk belajar.

"Kenapa kamu mau jualan cari duit? Supaya apa? Kan adek tugasnya sekolah," tanya sang konten kreator.

Mendapati pertanyaan itu, Zahra memberikan jawaban bijak.

Zahra beralasan jualan untuk membantu orang tua.

Selain itu ia memilih jualan dari kecil agar kelak di masa depan dirinya sudah terbiasa.

"Bantu mama, terus biar dari kecil kita udah terbiasa gitu hidup susah."

"Jadi besarnya enggak terlalu panik gitu," ungkap Zahra bijak.

Kisah gadis penjual kerupuk bernama Zahra menjadi sorotan
Kisah gadis penjual kerupuk bernama Zahra menjadi sorotan (Instagram/ohmeygatt)

Zahra pun mengaku, dirinya tak malu jualan meski teman-temannya asyik bermain.

Ia mengaku, selama menjalani profesinya, dirinya tak pernah diejek teman-temannya.

Lebih lanjut Zahra tak hanya ditraktir makanan, ia juga mendapat hadiah dari konten kreator.

Sang konten kreator menanyakan hal yang ingin Zahra beli tapi belum bisa dicapai.

Lantas Zahra mengungkapkan keinginan terpendamnya yang ingin memiliki handphone.

Dengan kondisi ekonomi yang hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, Zahra tak bisa membeli HP seperti teman-temannya.

Zahra mengaku dirinya hanya memegang handphone milik temannya saja.

Tanpa berpikir panjang, konten kreator akhirnya langsung mengajak Zahra ke gerai handphone.

Setelah dibelikan handphone, betapa raut wajah Zahra semringah.

Tak lupa saat mendapatkan hadiah handphone tersebut, Zahra langsung sujud syukur.

Baca Lebih Lanjut
Mantan Detektif Jualan Durian Demi Bantu Pengobatan Ibunya
Detik
Buka Dompet Digital Sekarang! Saldo DANA Kaget Rp333.000 Menanti ke Nomor HP Kamu Sore Ini
Dwi Oktaviani
Beli Rujak Buah di Festival, Wanita Ini Kaget Harus Bayar Rp 138 Ribu
Detik
Gegara Tak Dikasih Uang, IRT di Probolinggo Ini Aniaya Pemilik Warung
Timesindonesia
Sahabat Baik, Ayo Bantu Putri Berjuang Sembuh dari Penyempitan Usus
Detik
Tangisan Para Siswa SD Depok di Pelukan Ibu Usai Geger Tawuran
Detik
Unik! Di Italia Ada 'Kampung Pasta' yang Jualan di Pinggir Jalan
Detik
Buka Dompet Digital Sekarang! Ada DANA Kaget hingga Rp200 Ribu Menanti 13 Mei 2025
Dwi Oktaviani
Tak Bayar Tagihan Makan Rp 16 Juta, Artis ini Di-Blacklist Restoran
Detik
Mantan Guru Sukses Jualan Nasi Padang Pertahankan Bisnis Keluarga
Detik