TIMESINDONESIA, SURABAYAInstitut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) meraih dua Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus berkat cerita humor berbalut teknologi Artificial Intelligence (AI).

Rekor pertama diberikan kepada Institut STTS dalam bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) dan rekor kedua diberikan kepada Dosen Teknik Informatika dan DKV, Lukman Zaman.

Perolehan rekor ini berdasarkan penilaian terhadap keberadaan Institut STTS sebagai kampus pelopor dalam eksplorasi cerita humor menggunakan AI tersebut.

Secara personal, Lukman Zaman, Dosen Teknik Informatika dan DKV Institut STTS meraih rekor atas pencapaiannya. Ia menciptakan lebih dari 1,6 juta cerita humor menggunakan kecerdasan buatan dan angka ini merupakan jumlah terbanyak di Indonesia.

Dalam proses kreatifnya, Lukman mengembangkan sistem berbasis AI yang mampu menghasilkan cerita-cerita lucu dalam skala masif.

Dengan menggabungkan ribuan pasangan kata dan menerapkan algoritma prompt yang kompleks, sistem tersebut menghasilkan cerita humor orisinal dalam waktu singkat, lebih dari 1,5 juta dalam kurun tiga bulan.

Keberhasilan ini merupakan hasil riset dan eksperimen intensif selama lebih dari setahun. Lukman menyempurnakan pola penulisan plot humor agar dapat ditangkap dan diproses oleh AI secara efektif, sehingga tiap cerita tetap mengandung elemen kejutan, punchline, dan relevansi budaya Indonesia.

"Kalau kita baca satu cerita selama tiga menit, maka butuh waktu lebih dari lima tahun untuk menamatkan semuanya," ujar Lukman, Rabu (7/5/2025).

Menurutnya, bentuk kolabirasi kreatif antara manusia dan teknologi ini bukan untuk menggantikan kreativitas melainkan memiliki tujuan memperluas karya dan ide. 

“Ini bentuk kolaborasi kreatif antara manusia dan teknologi. AI bukan untuk menggantikan kreativitas, tapi memperluas kemungkinannya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Institut STTS Arya Tandy Hermawan, mengapresiasi prestasi ini sebagai bukti bahwa teknologi bisa dimanfaatkan secara menyenangkan dan edukatif. 

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya tahu teori, tapi juga mampu menciptakan sesuatu yang berdampak. Ini membuktikan bahwa AI bisa diintegrasikan ke berbagai bidang, bahkan humor,” ujarnya.

Di samping itu, pencapaian ini dinilai sejalan dengan visi kampus untuk menjadi pusat unggulan pengembangan AI di Indonesia.

Institut STTS menyambut hangat keberhasilan ini dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri kreatif. (*)

Baca Lebih Lanjut
Target Pecah Rekor MURI, PIK Nite Run Siapkan Atribut Glowing untuk Ribuan Peserta
Tribunnews
Jean Smart dan Hannah Einbinder Manfaatkan Humor Agar Kompak di Hacks Season 4
KumparanHITS
Mbappe di Ambang Rekor Gol Musim Debut di Real Madrid
Detik
Drama 6 Gol dan Panen Rekor di Liga Champions: Barca vs Inter Sama Kuat
Timesindonesia
Bayern Muenchen Jadi Juara Liga Jerman, Harry Kane Raih Trofi Perdana
KumparanBOLA
Dua Pebalap Superbike Meninggal Kecelakaan, Kisah Memilukan Terungkap
Timesindonesia
WIKA Raih Dua Penghargaan Bergengsi atas Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial
Antaranews
Lamine Yamal dan Kisah Mengharukan di Balik Namanya
Detik
Mengasuh Balita Sambil Raih IPK Sempurna, Kisah Inspiratif Sri Astutiningsih dari UGM
Timesindonesia
Pria Ini Bagikan Cerita Sedih saat Makan di Resto yang Sepi Pengunjung
Detik