Google dilaporkan memerintahkan karyawan yang bekerja secara jarak jauh (remote) untuk kembali mengantor.
Jika desakan perusahaan tidak dilakukan, pegawai terancam dipecat.
Beberapa unit di raksasa teknologi itu disebut telah menginformasikan karyawan remote bahwa posisi mereka terancam jika tidak mulai bekerja dari kantor secara hybrid, minimal tiga hari dalam seminggu.
Kebijakan ini menyasar karyawan yang sebelumnya telah disetujui untuk bekerja secara penuh dari jarak jauh.
Menurut laporan CNBC yang berasal dari dokumen internal, sejumlah divisi seperti Google Technical Services dan Human Resources (People Operations) telah mengirimkan ultimatum: Kembali masuk kantor atau menerima paket pengunduran diri sukarela.
Langkah ini muncul di tengah upaya Google menekan biaya operasional sambil tetap investasi besar-besaran ke bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sejak gelombang PHK besar-besaran pada awal 2023, Google terus memangkas tim secara selektif untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengembangan AI.
Logo Google Foto: REUTERS/Thomas Peter
zoom-in-whitePerbesar
Logo Google Foto: REUTERS/Thomas Peter
Courtenay Mencini, juru bicara Google, mengatakan keputusan tersebut bukan kebijakan perusahaan secara keseluruhan. Perintah pekerja remote untuk mengantor lagi didasarkan pada masing-masing tim.
"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kolaborasi tatap muka merupakan bagian penting dari cara kami berinovasi dan memecahkan masalah yang rumit," kata Mencini, mengutip CNBC. "Untuk mendukung hal ini, beberapa tim telah meminta karyawan remote yang tinggal di dekat kantor untuk kembali bekerja secara langsung tiga hari seminggu."
Beberapa karyawan yang tinggal dalam radius 80 km dari kantor dituntut kembali bekerja di kantor pada Juni 2025. Jika menolak, mereka harus siap kehilangan pekerjaan atau menerima tawaran relokasi dengan tunjangan satu kali.
Sementara itu, pegawai remote yang tinggal lebih dari 80 km dari kantor dapat mempertahankan status kerja jarak jauh. Namun, mereka harus kerja hybrid, mengantor tiga hari dalam seminggu, jika menginginkan peran baru di perusahaan.
Meskipun keputusan ini tidak diterapkan secara menyeluruh di seluruh perusahaan, nada tegas yang diambil Google mencerminkan pergeseran besar di industri teknologi terhadap model kerja fleksibel yang dulu diagung-agungkan pada masa pandemi COVID-19.
Baca Lebih Lanjut
Tak Pernah Masak, Wanita Ini Habiskan Rp 11,3 Juta Seminggu untuk Pesan Makan
Detik
10 Contoh Soal UTBK SNBT 2025 Materi Penalaran Kuantitatif, Berhitung Lagi Yuk!
Detik
CEO Baru Intel PHK Karyawan Biang Ribet dan Hapus Meeting Gak Penting
KumparanTECH
Karyawan Harus Lakukan 4 Hal Ini Jika Kantor Belum Daftarkan BPJS Ketenagakerjaan
Detik
Ketahui Strategi Dapat Uang ke Dompet Digital, Bisa Dapat Rp350.000 Saldo DANA Gratis Hari Ini 2 Mei 2025
Dwi Oktaviani
Boleh Nggak Perusahaan Tahan Ijazah Karyawan? Begini Penjelasan Kemnaker
Detik
Ijazah Ditahan Saat Proses Rekrutmen? Ini yang Harus Dilakukan Pelamar
Detik
Pemkot Malang Akui Potensi Kehilangan Investasi Rp500 Miliar Jika Megaproyek Blimbing Gagal
Timesindonesia
Tips Menghindari Penipuan di Gmail, Bisa Kuras Saldo Rekening Bank, Ikuti Langkah Ini!
Muslimah
Wajib Injak Rem Saat Menyalakan Mobil Matic, Ini Alasannya
Detik