Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - MINIMNYA ruang aman untuk berbagi menjadi fenomena yang dirasakan banyak kalangan, khususnya generasi muda di Bandung.
Maulana Ahmad Ghiffari Founder Soft Human Club memiliki latar belakang di bidang psikologi dan sedang menjalani profesi psikolog, melihat bahwa persoalan yang muncul tidak hanya dialami remaja, tetapi juga orang dewasa.
“Banyak orang tidak punya tempat untuk bercerita, baik ke keluarga maupun teman. Karena sekarang kita lebih fokus ke survival, jadi kemampuan untuk berbagi itu tidak terpikirkan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Dalam berbagai kegiatan yang telah dilakukan, ia melihat bahwa ketika seseorang diberi ruang aman, berbagai persoalan yang selama ini dipendam akan keluar sekaligus.
Mulai dari masalah hubungan, keluarga, sosial, hingga finansial, semuanya muncul dalam sesi berbagi.
Hal ini menunjukkan bahwa banyak emosi yang selama ini tertahan.
Maulana juga menjelaskan bahwa dalam psikologi terdapat konsep tugas perkembangan.
Setiap individu memiliki tahapan yang harus diselesaikan sebelum melangkah ke fase berikutnya.
“Sering kali kita menemukan orang yang sudah dewasa, tapi tugas perkembangan di masa remajanya belum selesai, terutama dalam pencarian jati diri. Ini yang kemudian memunculkan masalah, termasuk quarter life crisis,” jelasnya.
Soft Human Club mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui kegiatan seperti journaling dan relaksasi.
Kendati demikian, untuk peserta yang membutuhkan bantuan lebih lanjut, komunitas ini juga menyediakan rujukan ke profesional seperti psikolog, konselor, atau psikiater.
Selain kegiatan utama, interaksi antar anggota juga dijaga melalui grup komunitas. Setiap hari, anggota berbagi quotes, isu menarik, hingga diskusi ringan sebagai bentuk pembelajaran bersama.
Dia menambahkan bahwa lingkungan sosial memiliki peran penting dalam proses perkembangan individu.
“Untuk berkembang, seseorang butuh lingkungan yang suportif. Dengan mengumpulkan orang-orang yang mungkin punya cerita berbeda atau sama, perspektif jadi lebih luas,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa interaksi yang terjadi di komunitas membantu individu menyusun kembali bagian-bagian dalam dirinya yang belum selesai.
Maulana berharap, komunitas yang digagasnya dapat menjadi ruang yang tidak hanya menampung cerita, tetapi juga membantu individu memahami diri mereka secara lebih utuh melalui proses yang sederhana, namun bermakna.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.