Palembang (ANTARA) - Pos Dempo Volcano Observatory Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan warga bahwa status erupsi Gunung Dempo dalam kategori level II atau waspada.


Kepala Pos Dempo, Wiwit J, dihubungi dari Palembang, Sabtu, mengatakan agar masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi - Gunung Dempo dalam radius 1 km, serta arah bukaan kawah sejauh 2 km ke sektor utara, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.


"Kami mengimbau masyarakat tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Dempo dan mengikuti arahan dari instansi yang berwenang yakni Badan Geologi, yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya," katanya.


Kendati demikian, ia menambahkan agar masyarakat tetap tenang, karena memang erupsi kerap kali terjadi sejak Januari 2022.


Adapun, erupsi terakhir terjadi pada 15 April 2026 sekitar pukul 11.45 WIB.






Sementara itu, Gunung Dempo memang menjadi destinasi wisatawan atau para pendaki. Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (BRIGADE) mencatat sebanyak 7.367 pendaki menjajaki puncak gunung itu pada tahun 2025.


Sementara dalam tahun 2026, pendakian ke Gunung Dempo sempat ditutup pada 15 Januari hingga 25 Maret 2026, atau kurang lebih selama dua bulan, untuk peremajaan alam.


Setelah dibuka kembali, terdapat empat pendaki yang harus dievakuasi, karena mengalami cedera kaki, pingsan, hingga hipotermia. Namun tidak terdapat korban jiwa.