PBSI


Penampilan Moh Zaki Ubaidillah pada babak 32 besar Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, China, Rabu (8/4/2026).

BOLASPORT.COM - Dua tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed dan Alwi Farhan mengalami nasib yang berbeda pada 32 besar Kejuaraan Asia 2026.

Sama-sama tampil pada hari ini, Rabu (8/4/2026) pada babak pertama Kejuaraan Asia 2026, Ubed dan Alwi Farhan telah memastikan nasib mereka masing-masing.

Mengawali perjuangan dari babak kualifikasi dan tampil lebih dulu, hasil minor harus didapatkan Ubed tatkala bersua wakil Jepang Koki Watanabe.

Pertandingan di Ningbo Olympic Sports Center, China, Ubed harus kandas usai menjalani perjuangan tiga gim yang panjang dengan skor akhir 21-15, 14-21, 18-21.

Terlepas dari hasil akhir yang belum sesuai harapan, Ubed menilai bahwa permainan yang dia tunjukkan cukup baik dengan mampu mengimbangi Watanabe.

"Alhamdulillah permainan tadi cukup baik dan saya bisa mengimbangi lawan," kata Ubed, melalui siaran PBSI yang diterima BolaSport.com.

Untuk jalannya laga pada gim kedua dan ketiga, Ubed merasa lawan lebih dominan dan mendikte situasi terlepas dari kesalahan sendiri yang dilakukan.

"Di game kedua saya kalah cepat, lawan lebih mengontrol permainan dan disitu saya kaget," ucap Ubed.

"Di game ketiga sempat kejar-kejaran dan sempat unggul juga, tadi ada kesalahan sedikit antara bola keluar dan masuk," imbuhnya.

Selain itu, keputusan wasit yang mengoreksi sebuah upayanya juga sedikit menggoyahkan Ubed dalam memberikan perlawanan.

"Wasit mengoreksi menjadi keluar padahal kelihatan masuk. Mungkin dari situ saya agak goyah," ucap Ubed.

"Keunggulan lawan dia punya rasa tidak mau kalah yang bagus padahal di game pertama dan ketiga dia sudah goyah."

"Ini jadi pelajaran berharga buat saya untuk evaluasi lagi ke depannya," imbuhnya.

Di sisi lain, tiket 16 besar berhasil diamankan oleh Alwi Farhan usai tampil mengesankan dalam pertandingan fase 32 besar Kejuaraan Asia 2026 hari ini.

Dia tidak terbendung untuk menjungkalkan wakil Malaysia Justin Hoh melalui drama rubber game yang tak kalah mendebarkan dengan skor akhir 21-19, 14-21, 21-18.

Usai laga, Alwi menegaskan dirinya sempat kesulitan dalam membendung gempuran Justin yang cukup berbahaya.

Situasi mulai terkendali setelah dia bermain lebih sabar untuk mendapatkan poin demi poin di lapangan.

"Tidak mudah saya bisa melewati tekanan dan rasa tidak nyaman yang muncul di dalam diri saya," kata Alwi.

"Alhamdulillah saya bisa mengontrol dan di akhir pertandingan saya mencoba lebih sadar, lebih menerima situasi dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Alwi sudah mengenal Justin sejak di level junior dan dengan kemenangan ini dia berhasil menjaga gengsinya.

"Saya dan Justin sudah saling mengenal satu sama lain sejak junior, jadi ada gengsi lah pasti setiap ketemu," kata Alwi.

"Sama-sama tidak mau kalah jadi permainannya selalu seru sih. Seperti rival di dalam lapangan."

"Tidak ada yang mudah di sini, tapi saya tahu saya mampu dan saya bakal berjuang semaksimal saya. Saya mau tampil layaknya seorang petarung," imbuhnya.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.